Tingkat Fatalitas Hingga 75%, Ini Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahan Virus Nipah Kembali Menjadi Sorotan Dunia
Admin WGM - Tuesday, 27 January 2026 | 11:24 AM


Di tengah dinamika kesehatan global, kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia terus menjadi prioritas utama. Salah satu yang belakangan ini kembali mencuat dalam diskusi kesehatan publik adalah Virus Nipah (NiV). Meskipun belum menjadi pandemi luas, tingkat fatalitasnya yang tinggi membuat pemahaman mengenai dasar-dasar virus ini menjadi sangat krusial bagi masyarakat awam.
Berdasarkan data dan info kesehatan Kemenkes/WHO, Virus Nipah merupakan virus zoonotik yang dapat menyebabkan penyakit berat pada manusia, dengan gejala mulai dari gangguan pernapasan akut hingga peradangan otak yang mematikan.
Apa Itu Virus Nipah (NiV)
Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura. Nama Nipah sendiri diambil dari sebuah desa di Malaysia, yaitu Sungai Nipah, tempat para pasien pertama kali ditemukan. Virus ini termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae dan genus Henipavirus, berkerabat dekat dengan virus Hendra.
Ancaman utama dari virus ini terletak pada angka kematian atau case fatality rate (CFR) yang diperkirakan mencapai 40% hingga 75%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan virus flu biasa, sehingga organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan Nipah sebagai salah satu penyakit prioritas dalam Research and Development Blueprint karena potensinya yang bisa memicu kedaruratan kesehatan.
Riwayat Kemunculan dan Inang Alami
Riwayat kemunculan Virus Nipah selalu berkaitan erat dengan ekosistem alam. Inang alami dari virus ini adalah kelelawar buah dari genus Pteropus, yang sering disebut sebagai kalong atau kampret. Penting untuk dicatat bahwa kelelawar ini tidak sakit saat membawa virus, namun mereka bertindak sebagai reservoir yang dapat menyebarkan virus melalui sekresi seperti air liur, urine, dan kotoran.
Sejak wabah pertama pada 1999, lonjakan kasus telah dilaporkan secara berkala di beberapa negara Asia Tenggara dan Asia Selatan, terutama Bangladesh dan India. Di wilayah tersebut, pola penularan sering kali terjadi secara musiman, terutama saat musim panen buah-buahan tertentu yang juga disukai oleh kelelawar.
Mekanisme Penularan: Dari Hewan ke Manusia
Proses penularan Virus Nipah ke manusia dapat terjadi melalui beberapa jalur utama yang harus dipahami oleh masyarakat:
- Kontak Langsung dengan Hewan Terinfeksi: Penularan dapat terjadi melalui paparan langsung terhadap cairan tubuh babi yang sakit atau kelelawar buah yang membawa virus. Pada wabah awal di Malaysia, babi bertindak sebagai inang perantara yang tertular setelah memakan buah yang telah terkontaminasi air liur kelelawar.
- Konsumsi Produk Makanan Terkontaminasi: Jalur penularan yang paling sering dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir adalah melalui konsumsi buah-buahan atau produk turunan pohon, seperti nira sawit atau aren, yang telah terkontaminasi urine atau air liur kelelawar yang terinfeksi.
- Penularan Manusia ke Manusia: Salah satu temuan penting dalam wabah di Bangladesh dan India adalah adanya penularan antarmanusia. Hal ini biasanya terjadi pada kontak erat di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan (infeksi nosokomial) saat merawat pasien yang terinfeksi tanpa alat pelindung diri yang memadai.
Gejala Virus Nipah
Masa inkubasi atau rentang waktu sejak virus masuk ke tubuh hingga muncul gejala berkisar antara 4 hingga 14 hari. Namun, dalam beberapa kasus langka, masa inkubasi bisa mencapai 45 hari. Gejala Virus Nipah umumnya diawali dengan keluhan yang menyerupai flu, seperti:
- Demam tinggi dan sakit kepala hebat.
- Nyeri otot (mialgia).
- Sakit tenggorokan dan batuk.
- Muntah-muntah.
Jika kondisi memburuk, pasien dapat mengalami disorientasi, rasa kantuk yang berat, hingga kejang-kejang. Gejala ini menandakan telah terjadi ensefalitis atau peradangan otak akut yang dapat menyebabkan koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Hingga saat ini, belum ada vaksin khusus untuk manusia maupun obat antivirus yang terbukti efektif secara total untuk menyembuhkan infeksi Nipah. Oleh karena itu, langkah pencegahan nipah yang dapat dilakukan sekarang adalah perilaku hidup bersih dan sehat untuk menaikan imun tubuh.
Masyarakat diimbau untuk selalu mencuci buah-buahan hingga bersih sebelum dikonsumsi dan menghindari buah yang tampak memiliki bekas gigitan hewan. Bagi masyarakat yang tinggal di area perkebunan aren atau sawit, pastikan wadah penampung nira tertutup rapat guna mencegah kontaminasi dari kelelawar.
Dengan mengenali ciri-ciri dan jalur penularannya, diharapkan masyarakat dapat bertindak lebih cepat jika menemukan kasus serupa dan selalu merujuk pada kanal informasi resmi untuk setiap perkembangan situasi kesehatan nasional.
Next News

Anti-Loyo! Strategi Jitu Tetap Fokus dan Produktif di Kantor Tanpa Rasa Ngantuk Saat Puasa
4 hours ago

Kupas Tuntas Menu Sahur Terbaik untuk Redam Asam Lambung Selama Puasa
5 hours ago

Jangan Tunggu Sakit! Simak Trik Diet Anti-Inflamasi Agar Tubuh Gak Gampang Meradang
2 days ago

Ternyata Berat Badan Ngaruh ke Jumlah Air Minum, Cek Rumus Praktisnya di Sini!
2 days ago

Ternyata Ini Rahasia Awet Muda: Kenali Daftar Makanan yang Ampuh Lawan Peradangan Tubuh
2 days ago

Hanya 5 Menit! Trik Sederhana Aktivasi Saraf Vagus buat Usir Stres dan Cemas Berlebihan
2 days ago

Mumpung Masih 20-an! Tabung Kepadatan Tulang dengan Daftar Olahraga Simpel Berikut Ini
2 days ago

Tengkuk Terasa Berat? Waspadai Tanda Tersembunyi Hipertensi di Usia Produktif
2 days ago

Bye Pegal-Pegal! 6 Langkah Setting Meja Kerja Ergonomis Biar Leher Gak Kaku
2 days ago

Mood Sering Berantakan? Coba Cek Pencernaanmu, Bisa Jadi Ususmu Lagi Stres!
2 days ago





