Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Health

Tengkuk Terasa Berat? Waspadai Tanda Tersembunyi Hipertensi di Usia Produktif

Admin WGM - Tuesday, 17 February 2026 | 05:57 PM

Background
Tengkuk Terasa Berat? Waspadai Tanda Tersembunyi Hipertensi di Usia Produktif
Leher dan pundak pegal (Alodokter /)

Tekanan darah tinggi pada anak muda sering kali luput dari diagnosis karena tubuh di usia produktif memiliki kemampuan kompensasi yang sangat baik. Artinya, tubuh masih bisa berfungsi normal meskipun tekanan dalam pembuluh darah sedang berada di level yang berbahaya. Namun, kemampuan kompensasi ini ada batasnya. Jika tanda-tanda peringatan dini tidak diindahkan, risiko serangan jantung atau stroke di usia muda menjadi ancaman nyata.

Bagi yang sering bekerja lembur, mengonsumsi kopi berlebihan, atau memiliki tingkat stres tinggi, mengenali sinyal-sinyal tubuh berikut ini menjadi sangat penting:

1. Sakit Kepala di Area Belakang saat Bangun Pagi

Banyak anak muda mengaitkan sakit kepala dengan kurang tidur atau terlalu banyak menatap layar komputer. Namun, sakit kepala akibat hipertensi memiliki ciri khas tersendiri.

  • Ciri-cirinya: Rasa sakit biasanya terasa berdenyut atau berat di bagian belakang kepala (tengkuk) dan terjadi tepat saat baru bangun tidur di pagi hari. Rasa sakit ini cenderung memudar setelah beberapa jam beraktivitas, namun frekuensi yang sering muncul adalah sinyal kuat bahwa tekanan darah sedang tidak stabil saat tubuh beristirahat.

2. Pandangan Sering Kabur secara Tiba-tiba

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di mata, sebuah kondisi yang secara medis disebut retinopati hipertensi.

  • Ciri-cirinya: Pandangan tiba-tiba menjadi buram atau muncul titik-titik melayang (floaters) selama beberapa saat, lalu kembali normal. Anak muda sering kali menganggap ini karena mata lelah ( eye strain ), padahal bisa jadi itu adalah manifestasi dari tekanan tinggi yang mulai memengaruhi sirkulasi darah di area mata.

3. Telinga Berdenging (Tinnitus)

Pernahkah merasakan telinga berdenging meskipun suasana sedang sunyi? Tinnitus atau telinga berdenging sering kali berhubungan dengan aliran darah yang terganggu.

  • Ciri-cirinya: Suara berdenging yang selaras dengan denyut jantung (pulsatile tinnitus). Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah meningkat secara signifikan, menyebabkan aliran darah melalui pembuluh di sekitar telinga menjadi lebih kencang dan terdengar oleh sistem pendengaran.

4. Rasa Nyeri atau Sesak di Dada saat Beraktivitas Ringan

Anak muda terkadang merasa napasnya pendek atau dadanya terasa tertekan saat melakukan aktivitas yang tidak terlalu berat, seperti naik tangga atau berjalan cepat menuju parkiran.

  • Ciri-cirinya: Rasa tidak nyaman di dada ini sering kali dianggap sebagai tanda kurang olahraga atau "masuk angin". Padahal, jantung yang bekerja ekstra keras melawan tekanan darah tinggi dapat mengirimkan sinyal rasa sakit karena kekurangan suplai oksigen.

5. Kelelahan Ekstrim Tanpa Sebab yang Jelas

Kelelahan sering kali dianggap sebagai risiko wajar dari gaya hidup sibuk. Namun, jika rasa lelah tetap ada meskipun sudah tidur cukup, ada kemungkinan jantung sedang kelelahan karena harus memompa darah dengan tekanan yang terlalu kuat ke seluruh tubuh secara terus-menerus.

  • Ciri-cirinya: Merasa "habis energi" di tengah hari dan sering merasa pusing ringan (lightheadedness) saat tiba-tiba berdiri dari posisi duduk.

6. Sering Mimisan secara Mendadak

Meskipun mimisan bisa disebabkan oleh udara kering atau alergi, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di hidung menjadi lebih rapuh dan mudah pecah.

  • Ciri-cirinya: Mimisan yang terjadi tanpa adanya benturan atau iritasi fisik. Jika dibarengi dengan rasa pusing, ini adalah tanda darurat yang harus segera diperiksa tekanannya.

Langkah Pencegahan bagi Usia Produktif

Satu-satunya cara pasti untuk mengetahui kondisi tekanan darah adalah dengan melakukan pengecekan secara rutin menggunakan tensimeter. Jangan menunggu munculnya gejala parah, karena saat gejala parah muncul, biasanya kerusakan organ sudah terjadi. Kurangi asupan garam, perbanyak aktivitas fisik, dan kelola stres dengan bijak. Ingat, mencegah hipertensi sejak usia 20-an atau 30-an jauh lebih mudah daripada harus mengandalkan obat-obatan seumur hidup di masa depan.

Tanda-tanda di atas sering kali terlihat sepele dan mudah diabaikan karena kemiripannya dengan efek gaya hidup harian. Namun, peka terhadap perubahan kecil pada tubuh adalah bentuk pertahanan terbaik melawan Silent Killer. Jangan biarkan produktivitas di masa muda menutupi peringatan dini yang diberikan oleh tubuh. Pemeriksaan kesehatan secara berkala adalah kunci utama untuk memastikan masa depan tetap bugar dan bebas dari komplikasi tekanan darah tinggi.