Kupas Tuntas Menu Sahur Terbaik untuk Redam Asam Lambung Selama Puasa
Admin WGM - Thursday, 19 February 2026 | 08:30 PM


Masalah utama penderita maag saat berpuasa bukanlah perut yang kosong, melainkan peningkatan produksi asam lambung tanpa adanya makanan yang diolah, serta konsumsi makanan yang salah saat sahur yang memicu relaksasi otot kerongkongan (LES). Kunci utama sahur yang aman bagi penderita GERD adalah memilih makanan dengan indeks glikemik rendah, bersifat alkali (basa), dan menghindari zat yang merangsang asam.
Daftar Menu Sahur yang Ramah Lambung
Memilih komponen yang tepat saat sahur dapat menjadi "benteng" pelindung lambung selama belasan jam ke depan:
- Karbohidrat Kompleks (Bukan Nasi Putih Hangat Saja): Nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi yang cepat dicerna dan bisa memicu lapar lebih cepat. Penderita maag disarankan memilih karbohidrat yang lambat dicerna seperti oatmeal, nasi merah, atau kentang tumbuk. Serat pada makanan ini membantu menyerap asam lambung berlebih.
- Protein Rendah Lemak: Lemak tinggi adalah musuh GERD karena memperlambat pengosongan lambung dan memicu asam naik. Pilihlah dada ayam rebus/panggang, ikan, putih telur, atau tahu-tempe. Hindari mengolahnya dengan cara digoreng deep-fried.
- Sayuran Non-Gas: Pilih sayuran yang menenangkan lambung seperti wortel, labu siam, brokoli, atau buncis. Hindari sayuran pemicu gas seperti kol, sawi, dan kacang-kacangan tertentu yang dapat menekan lambung dari dalam.
- Lemak Sehat sebagai Pelumas: Gunakan sedikit minyak zaitun (olive oil) atau alpukat. Lemak sehat ini membantu memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa membebani kerja katup kerongkongan.
- Buah yang Bersifat Alkali: Pisang dan pepaya adalah sahabat terbaik penderita maag. Pisang membantu melapisi dinding lambung, sementara pepaya mengandung enzim papain yang mempermudah proses pencernaan.
Daftar "Pantangan" Saat Sahur (Trigger Foods)
Agar tidak terjadi drama nyeri ulu hati di siang hari, hindari bahan-bahan berikut saat sahur:
- Makanan Pedas dan Asam: Cabai dan jeruk nipis/lemon dapat mengiritasi dinding lambung yang sensitif.
- Minuman Berkafein (Kopi dan Teh Pekat): Kafein memicu otot kerongkongan menjadi rileks, yang memudahkan asam lambung naik ke atas (refluks).
- Makanan Terlalu Manis: Gula berlebih dapat memicu peningkatan produksi asam secara mendadak.
- Cokelat dan Mint: Keduanya dikenal luas sebagai pemicu relaksasi katup lambung.
Tips Taktis Pasca-Sahur agar GERD Tidak Kambuh
Banyak orang melakukan kesalahan fatal setelah sahur yang langsung memicu GERD:
- JANGAN LANGSUNG TIDUR: Inilah aturan emas. Berikan jeda minimal 2 jam setelah makan sebelum kembali berbaring. Gravitasi sangat membantu menjaga makanan dan asam tetap di dasar lambung. Jika sangat mengantuk, tidurlah dengan posisi setengah duduk (kepala dan dada lebih tinggi).
- Minum Air Putih secara Bertahap: Jangan menenggak air dalam jumlah banyak sekaligus dalam waktu singkat (saat imsak). Hal ini akan membuat lambung penuh dan tertekan. Minumlah sedikit demi sedikit sejak bangun tidur hingga waktu sahur berakhir.
Puasa bagi penderita maag dan GERD adalah tentang disiplin dalam memilih nutrisi dan mengatur pola istirahat. Dengan memilih karbohidrat kompleks, protein rendah lemak, dan menghindari pemicu asam, lambung Anda akan tetap tenang sepanjang hari. Ramadan justru bisa menjadi momen penyembuhan jika kita memperlakukan pencernaan kita dengan penuh kesadaran dan kelembutan.
Next News

Anti-Loyo! Strategi Jitu Tetap Fokus dan Produktif di Kantor Tanpa Rasa Ngantuk Saat Puasa
in 6 hours

Jangan Tunggu Sakit! Simak Trik Diet Anti-Inflamasi Agar Tubuh Gak Gampang Meradang
a day ago

Ternyata Berat Badan Ngaruh ke Jumlah Air Minum, Cek Rumus Praktisnya di Sini!
a day ago

Ternyata Ini Rahasia Awet Muda: Kenali Daftar Makanan yang Ampuh Lawan Peradangan Tubuh
a day ago

Hanya 5 Menit! Trik Sederhana Aktivasi Saraf Vagus buat Usir Stres dan Cemas Berlebihan
2 days ago

Mumpung Masih 20-an! Tabung Kepadatan Tulang dengan Daftar Olahraga Simpel Berikut Ini
2 days ago

Tengkuk Terasa Berat? Waspadai Tanda Tersembunyi Hipertensi di Usia Produktif
2 days ago

Bye Pegal-Pegal! 6 Langkah Setting Meja Kerja Ergonomis Biar Leher Gak Kaku
2 days ago

Mood Sering Berantakan? Coba Cek Pencernaanmu, Bisa Jadi Ususmu Lagi Stres!
2 days ago

Soft Hiking: Tren Naik Gunung Tanpa Target Puncak yang Lagi Digemari Gen Z buat Jaga Kesehatan Mental di 2026
3 days ago





