Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Health

Hanya 5 Menit! Trik Sederhana Aktivasi Saraf Vagus buat Usir Stres dan Cemas Berlebihan

Admin WGM - Tuesday, 17 February 2026 | 08:30 PM

Background
Hanya 5 Menit! Trik Sederhana Aktivasi Saraf Vagus buat Usir Stres dan Cemas Berlebihan
Stress (Pemkab Cilacab /)

Saraf vagus adalah saraf terpanjang dalam sistem saraf otonom manusia, membentang dari batang otak hingga ke organ-organ di perut. Nama "vagus" sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti "pengembara," karena saraf ini berkelana ke berbagai bagian tubuh untuk memantau kondisi organ dalam. Ketika sedang stres, sistem saraf simpatis mengambil alih (mode fight or flight). Untuk mengembalikan ketenangan, saraf vagus harus distimulasi agar tubuh kembali ke kondisi rileks.

Meningkatkan vagal tone atau kekuatan sinyal saraf vagus secara rutin dapat membantu seseorang menjadi lebih tangguh menghadapi tekanan mental. Berikut adalah beberapa teknik sederhana yang bisa dilakukan saat stres melanda:

1. Teknik Pernapasan Perut (Diaphragmatic Breathing)

Cara tercepat untuk berkomunikasi dengan saraf vagus adalah melalui pernapasan. Saraf ini melewati diafragma, sehingga pernapasan dalam yang melibatkan perut akan merangsang saraf tersebut secara fisik.

  • Cara Melakukan: Duduklah dengan tegak atau berbaring. Letakkan satu tangan di dada dan satu lagi di perut. Tarik napas melalui hidung selama 4 detik, pastikan perut mengembang (bukan dada). Tahan selama 2 detik, lalu buang napas perlahan melalui mulut selama 6 hingga 8 detik. Kuncinya adalah membuat hembusan napas lebih panjang daripada tarikan napas. Ulangi selama 2 menit.

2. Stimulasi Suara: Bergumam atau Bernyanyi

Saraf vagus terhubung langsung dengan otot-otot di bagian belakang tenggorokan dan pita suara. Getaran mekanis di area ini sangat efektif untuk mengaktifkan respons ketenangan.

  • Cara Melakukan: Cobalah untuk bergumam dengan suara rendah (seperti suara "hmmm") atau bernyanyi dengan lantang. Getaran di area tenggorokan akan merangsang cabang saraf vagus yang laringeal. Teknik "Om" dalam meditasi kuno sebenarnya memiliki dasar ilmiah yang kuat dalam merangsang saraf ini agar detak jantung segera melambat.

3. Paparan Suhu Dingin (Cold Exposure)

Pernahkah kamu merasa segar setelah membasuh muka dengan air dingin saat sedang emosi? Itu bukan sekadar sugesti. Suhu dingin yang ekstrem secara mendadak dapat memicu saraf vagus untuk menurunkan frekuensi denyut jantung.

  • Cara Melakukan: Basuh wajah dengan air es selama 30 detik atau tempelkan kain basah yang dingin pada area leher belakang. Jika berani, mandi air dingin sebentar juga sangat efektif. Saat tubuh menyesuaikan diri dengan dingin, sistem saraf parasimpatis akan aktif untuk menyeimbangkan stres yang dirasakan tubuh.

4. Pijatan Lembut di Sisi Leher

Cabang saraf vagus berjalan melalui leher, tepat di dekat arteri karotis. Stimulasi lembut di area ini dapat mengirimkan sinyal ke otak untuk segera menurunkan tekanan darah.

  • Cara Melakukan: Temukan area di bawah rahang, tepat di sisi leher. Lakukan pijatan lembut dengan gerakan memutar menggunakan ujung jari selama 1 menit pada kedua sisi secara bergantian. Jangan menekan terlalu keras; sentuhan lembut sudah cukup untuk memberi tahu sistem saraf bahwa kondisi sudah aman.

5. Latihan Pandangan Mata (The Basic Exercise)

Seorang terapis fisik bernama Stanley Rosenberg mengembangkan teknik sederhana untuk mengatur ulang posisi saraf kranial yang berhubungan dengan saraf vagus.

  • Cara Melakukan: Jalin jari-jari tangan di belakang kepala. Sambil menjaga kepala tetap lurus ke depan, gerakkan hanya bola mata untuk melirik sejauh mungkin ke arah kanan hingga kamu merasa ingin menguap, mendesah, atau menelan ludah secara spontan (ini adalah tanda saraf vagus sedang reset). Ulangi untuk sisi kiri. Gerakan mata ini merelaksasi otot-otot di dasar tengkorak tempat saraf vagus keluar dari otak.

Stres sering kali terasa seperti badai yang tidak bisa dikendalikan, namun tubuh kita sebenarnya memiliki "tombol jeda" alami berupa saraf vagus. Dengan meluangkan waktu hanya 5 menit untuk melakukan pernapasan dalam, bergumam, atau membasuh wajah dengan air dingin, setiap orang memiliki kemampuan untuk menenangkan pikiran mereka secara mandiri. Mempraktikkan teknik ini secara rutin tidak hanya memberikan kelegaan instan, tetapi juga membangun sistem saraf yang lebih sehat dan stabil dalam jangka panjang.