Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Health

Jangan Tunggu Sakit! Simak Trik Diet Anti-Inflamasi Agar Tubuh Gak Gampang Meradang

Admin WGM - Wednesday, 18 February 2026 | 10:23 AM

Background
Jangan Tunggu Sakit! Simak Trik Diet Anti-Inflamasi Agar Tubuh Gak Gampang Meradang
Ginger (pexels.com/Abhinav Singh/)

Diet anti-inflamasi sering kali dikaitkan dengan pola makan ala Mediterania yang menekankan pada lemak sehat, sayuran, dan rempah-rempah. Prinsip utamanya adalah mengganti makanan olahan yang memicu hormon peradangan dengan makanan alami yang mengandung fitonutrien. Zat-zat ini bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas dan menghambat enzim penyebab pembengkakan dalam jaringan tubuh.

Untuk mulai menerapkan pola hidup ini, fokuskan belanjaan harian pada kelompok makanan pelindung berikut:

1. Ikan Berlemak (Sumber Omega-3)

Ikan seperti salmon, sarden, kembung, dan tuna adalah sumber terbaik asam lemak Omega-3 ($EPA$ dan $DHA$).

  • Cara Kerjanya: Omega-3 bekerja menghambat produksi zat yang memicu peradangan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi ikan berlemak memiliki tingkat protein C-reaktif (CRP)—penanda peradangan dalam darah—yang jauh lebih rendah.

2. Buah Beri (Antioksidan Tinggi)

Stroberi, blueberry, raspberry, dan blackberry bukan sekadar buah manis. Buah-buah ini mengandung serat dan antioksidan yang disebut anthocyanin.

  • Cara Kerjanya: Senyawa ini membantu meningkatkan jumlah sel pembunuh alami (sel NK) dalam sistem imun, yang berfungsi menjaga agar sistem pertahanan tubuh tidak menyerang jaringan sehat secara membabi buta.

3. Rempah Kunyit dan Jahe

Indonesia sangat beruntung karena memiliki persediaan rempah ini secara melimpah. Kunyit mengandung senyawa aktif bernama kurkumin.

  • Cara Kerjanya: Kurkumin adalah agen anti-inflamasi yang sangat kuat. Bahkan, beberapa studi menunjukkan efektivitasnya sebanding dengan beberapa obat anti-inflamasi medis namun tanpa efek samping negatif bagi lambung.
  • Tips: Tambahkan sedikit lada hitam saat mengonsumsi kunyit untuk meningkatkan penyerapan kurkumin hingga 2000%.

4. Sayuran Hijau dan Krusiferus

Brokoli, kale, bayam, dan sawi hijau kaya akan sulforaphane dan vitamin K.

  • Cara Kerjanya: Sulforaphane membantu memblokir enzim yang menyebabkan kerusakan sendi dan peradangan pembuluh darah. Sayuran hijau juga mengandung magnesium dalam jumlah tinggi, mineral yang sering kali rendah pada orang dengan tingkat peradangan tinggi.

5. Minyak Zaitun Extra Virgin

Minyak zaitun adalah lemak sehat yang mengandung oleocanthal, sebuah antioksidan yang memiliki efek serupa dengan ibuprofen dalam meredakan nyeri dan peradangan.

  • Trik Konsumsi: Gunakan minyak zaitun sebagai saus salad atau tambahan pada masakan yang sudah matang. Hindari memanaskannya dengan suhu yang terlalu tinggi agar kandungan nutrisinya tidak rusak.

Makanan yang Harus Dihindari (Pemicu Inflamasi)

Diet ini tidak akan efektif jika masih sering mengonsumsi "bahan bakar" peradangan. Hindarilah atau kurangi secara signifikan:

  • Gula Rafinasi: Memicu pelepasan sitokin pro-inflamasi.
  • Lemak Trans: Sering ditemukan pada gorengan dan makanan cepat saji.
  • Karbohidrat Putih: Seperti roti putih dan pasta yang meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Menerapkan diet anti-inflamasi adalah cara paling alami untuk berinvestasi pada kesehatan masa depan. Dengan memperbanyak warna-warni sayuran di piring, mengandalkan rempah alami, dan memilih sumber lemak yang tepat, peradangan di dalam tubuh dapat diredam. Hasilnya bukan hanya tubuh yang jarang sakit, tetapi juga tingkat energi yang lebih stabil dan kulit yang tampak lebih sehat karena sel-sel tubuh tidak lagi bekerja keras melawan peradangan yang tidak perlu.