Jangan Tunggu Sakit! Simak Trik Diet Anti-Inflamasi Agar Tubuh Gak Gampang Meradang
Admin WGM - Wednesday, 18 February 2026 | 10:23 AM


Diet anti-inflamasi sering kali dikaitkan dengan pola makan ala Mediterania yang menekankan pada lemak sehat, sayuran, dan rempah-rempah. Prinsip utamanya adalah mengganti makanan olahan yang memicu hormon peradangan dengan makanan alami yang mengandung fitonutrien. Zat-zat ini bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas dan menghambat enzim penyebab pembengkakan dalam jaringan tubuh.
Untuk mulai menerapkan pola hidup ini, fokuskan belanjaan harian pada kelompok makanan pelindung berikut:
1. Ikan Berlemak (Sumber Omega-3)
Ikan seperti salmon, sarden, kembung, dan tuna adalah sumber terbaik asam lemak Omega-3 ($EPA$ dan $DHA$).
- Cara Kerjanya: Omega-3 bekerja menghambat produksi zat yang memicu peradangan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi ikan berlemak memiliki tingkat protein C-reaktif (CRP)—penanda peradangan dalam darah—yang jauh lebih rendah.
2. Buah Beri (Antioksidan Tinggi)
Stroberi, blueberry, raspberry, dan blackberry bukan sekadar buah manis. Buah-buah ini mengandung serat dan antioksidan yang disebut anthocyanin.
- Cara Kerjanya: Senyawa ini membantu meningkatkan jumlah sel pembunuh alami (sel NK) dalam sistem imun, yang berfungsi menjaga agar sistem pertahanan tubuh tidak menyerang jaringan sehat secara membabi buta.
3. Rempah Kunyit dan Jahe
Indonesia sangat beruntung karena memiliki persediaan rempah ini secara melimpah. Kunyit mengandung senyawa aktif bernama kurkumin.
- Cara Kerjanya: Kurkumin adalah agen anti-inflamasi yang sangat kuat. Bahkan, beberapa studi menunjukkan efektivitasnya sebanding dengan beberapa obat anti-inflamasi medis namun tanpa efek samping negatif bagi lambung.
- Tips: Tambahkan sedikit lada hitam saat mengonsumsi kunyit untuk meningkatkan penyerapan kurkumin hingga 2000%.
4. Sayuran Hijau dan Krusiferus
Brokoli, kale, bayam, dan sawi hijau kaya akan sulforaphane dan vitamin K.
- Cara Kerjanya: Sulforaphane membantu memblokir enzim yang menyebabkan kerusakan sendi dan peradangan pembuluh darah. Sayuran hijau juga mengandung magnesium dalam jumlah tinggi, mineral yang sering kali rendah pada orang dengan tingkat peradangan tinggi.
5. Minyak Zaitun Extra Virgin
Minyak zaitun adalah lemak sehat yang mengandung oleocanthal, sebuah antioksidan yang memiliki efek serupa dengan ibuprofen dalam meredakan nyeri dan peradangan.
- Trik Konsumsi: Gunakan minyak zaitun sebagai saus salad atau tambahan pada masakan yang sudah matang. Hindari memanaskannya dengan suhu yang terlalu tinggi agar kandungan nutrisinya tidak rusak.
Makanan yang Harus Dihindari (Pemicu Inflamasi)
Diet ini tidak akan efektif jika masih sering mengonsumsi "bahan bakar" peradangan. Hindarilah atau kurangi secara signifikan:
- Gula Rafinasi: Memicu pelepasan sitokin pro-inflamasi.
- Lemak Trans: Sering ditemukan pada gorengan dan makanan cepat saji.
- Karbohidrat Putih: Seperti roti putih dan pasta yang meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Menerapkan diet anti-inflamasi adalah cara paling alami untuk berinvestasi pada kesehatan masa depan. Dengan memperbanyak warna-warni sayuran di piring, mengandalkan rempah alami, dan memilih sumber lemak yang tepat, peradangan di dalam tubuh dapat diredam. Hasilnya bukan hanya tubuh yang jarang sakit, tetapi juga tingkat energi yang lebih stabil dan kulit yang tampak lebih sehat karena sel-sel tubuh tidak lagi bekerja keras melawan peradangan yang tidak perlu.
Next News

Anti-Loyo! Strategi Jitu Tetap Fokus dan Produktif di Kantor Tanpa Rasa Ngantuk Saat Puasa
in 6 hours

Kupas Tuntas Menu Sahur Terbaik untuk Redam Asam Lambung Selama Puasa
in 5 hours

Ternyata Berat Badan Ngaruh ke Jumlah Air Minum, Cek Rumus Praktisnya di Sini!
a day ago

Ternyata Ini Rahasia Awet Muda: Kenali Daftar Makanan yang Ampuh Lawan Peradangan Tubuh
a day ago

Hanya 5 Menit! Trik Sederhana Aktivasi Saraf Vagus buat Usir Stres dan Cemas Berlebihan
2 days ago

Mumpung Masih 20-an! Tabung Kepadatan Tulang dengan Daftar Olahraga Simpel Berikut Ini
2 days ago

Tengkuk Terasa Berat? Waspadai Tanda Tersembunyi Hipertensi di Usia Produktif
2 days ago

Bye Pegal-Pegal! 6 Langkah Setting Meja Kerja Ergonomis Biar Leher Gak Kaku
2 days ago

Mood Sering Berantakan? Coba Cek Pencernaanmu, Bisa Jadi Ususmu Lagi Stres!
2 days ago

Soft Hiking: Tren Naik Gunung Tanpa Target Puncak yang Lagi Digemari Gen Z buat Jaga Kesehatan Mental di 2026
3 days ago





