Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Pekalongan Tidak Aman! Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK di Rumahnya

Trista - Monday, 16 February 2026 | 12:46 PM

Background
Pekalongan Tidak Aman! Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK di Rumahnya
CCTV penembakan suami DPRD Jateng di kediamannya Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan (Kumparan /)

Peristiwa penembakan suami anggota Komisi A DPRD Fraksi PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Jawa Tengah Nur Fatwah, Amat Muzakhim (55) alias Boim menggemparkan warga Kabupaten Pekalongan. Lokasi kejadian berada di rumah pribadi Desa Capgawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (14/2/2026) pukul 21.10 WIB. 

Pelaku merupakan OTK (Orang Tidak Dikenal) yang berupaya untuk menembakkan peluru ke arah Boim, tetapi meleset dan mengenai area plafon teras. 

"Orangnya langsung nengok sambil menembak. Tembakannya mengarah ke saya, tapi meleset," jelas Boim terkait kronologi peristiwa. 

Mulanya, Boim sedang duduk di teras rumah dengan kedua rekannya, kemudian datang seorang pria misterius menggunakan motor dan berhenti di area depan rumah. Tanpa aba-aba, OTK tersebut menembakkan peluru ke arah Boim dengan jarak 10 meter. 

"Saya tidak punya firasat apa-apa. Saya kira itu pengirim paket atau tamu yang datang," ungkap Boim diberitakan iNews, Minggu (15/2/2026). 

Dilihat dari tampilan video CCTV yang beredar di publik, pelaku memiliki perawakan laki-laki dengan tinggi badan sekitar 170 sentimeter, tubuh sedang, mengenakan jaket kulit hitam, helm hitam, dan masker. Pelat nomor motor dengan kendaraan Vario tersebut ditutupi guna menutupi jejak menggunakan kresek putih. 

Motif penembakan diduga berkaitan dengan kasus penculikan pedagang martabak yang sedang didampingi oleh Boim. Sejauh ini, Boim merasa tidak memiliki musuh atau permasalahan yang besar dengan perannya sebagai aktivis sosial. 

"Saya memang sedang mendampingi kasus dugaan penculikan yang saat ini ditangani Polda Jateng. Tapi apakah ada kaitannya atau tidak, saya belum tahu," jelas Boim. 

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf mengonfirmasi adanya laporan mengenai peristiwa penembakan tersebut. Pihak kepolisian segera mengerahkan tim penyidik untuk melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di sekitar rumah Boim untuk mengamankan barang bukti yang terdeteksi. 

"Ya, ada laporan itu, semalam langsung kita ke lokasi kejadian dan olah TKP," konfirmasi Rachmad di lokasi rumah Boim. 

Sementara ini, tim penyidik baru menemukan proyektil atau selongsong peluru logam berwarna perak 1 sentimeter. Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan secara resmi terkait motif dibalik penembakan dan pelaku belum tertangkap.