Jumat, 20 Februari 2026
Walisongo Global Media
Health

Strategi Hidrasi 2-4-2: Rahasia Tubuh Tetap Segar dan Fokus Meski Berpuasa 13 Jam

Admin WGM - Friday, 20 February 2026 | 09:00 AM

Background
Strategi Hidrasi 2-4-2: Rahasia Tubuh Tetap Segar dan Fokus Meski Berpuasa 13 Jam
Air putih (Suara Surabaya /)

Dehidrasi adalah musuh utama produktivitas saat berpuasa. Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah menurun, sehingga distribusi oksigen ke otak melambat—inilah yang menyebabkan Anda merasa mengantuk dan sulit berkonsentrasi di siang hari. Rumus 2-4-2 hadir sebagai solusi sederhana namun saintifik untuk memastikan asupan cairan masuk secara bertahap tanpa membuat perut terasa kembung atau sering buang air kecil secara berlebihan di malam hari.

Membedah Rumus 2-4-2: Pembagian Waktu yang Tepat

Metode ini membagi jendela waktu 24 jam menjadi tiga fase penting:

1. Fase Buka Puasa (2 Gelas)

Jangan langsung menenggak air dalam jumlah banyak. Mulailah secara perlahan:

  • 1 Gelas saat berbuka: Berfungsi untuk membatalkan puasa dan memberikan hidrasi instan pada sel-sel yang kering.
  • 1 Gelas setelah makan tajil/sebelum makan berat: Membantu mempersiapkan lambung untuk mencerna makanan padat.

2. Fase Malam Hari (4 Gelas)

Fase ini adalah kunci utama cadangan cairan. Minumlah secara bertahap antara waktu setelah Magrib hingga sebelum tidur:

  • 1 Gelas setelah makan berat: Membantu proses metabolisme nutrisi.
  • 1 Gelas setelah salat Isya/Tarawih: Mengganti cairan yang hilang jika Anda aktif bergerak saat ibadah.
  • 1 Gelas di pertengahan malam: Saat bersantai atau membaca Al-Qur'an.
  • 1 Gelas sebelum tidur: Menjaga kelembapan tubuh selama proses regenerasi sel saat terlelap.

3. Fase Sahur (2 Gelas)

Fase terakhir untuk mempersiapkan tubuh menghadapi tantangan belasan jam ke depan:

  • 1 Gelas saat bangun tidur/sebelum makan sahur: Membangunkan sistem pencernaan.
  • 1 Gelas setelah selesai makan sahur/menjelang Imsak: Menutup asupan cairan agar tubuh siap melakukan aktivitas harian.

Mengapa Harus Bertahap (Tidak Sekaligus)?

Mungkin Anda berpikir, "Kenapa tidak minum 4 gelas langsung saat sahur saja?" Secara biologis, ginjal manusia memiliki batas kecepatan dalam memproses cairan. Jika Anda minum terlalu banyak dalam waktu singkat (diuresis), tubuh akan menganggapnya sebagai kelebihan cairan dan segera membuangnya melalui urin. Akibatnya, Anda akan sering ke kamar mandi di pagi hari, dan tubuh justru akan kekurangan cadangan air lebih cepat di siang hari.

Daftar Tips Tambahan untuk Hidrasi Maksimal

Selain air putih, perhatikan faktor-faktor yang bisa "mencuri" cairan tubuh Anda:

  • Batasi Kafein (Kopi/Teh): Kafein bersifat diuretik yang memicu pembuangan urin lebih cepat. Jika harus minum teh saat sahur, imbangi dengan ekstra air putih.
  • Hindari Makanan Terlalu Asin: Garam (natrium) menarik air dari sel-sel tubuh, membuat Anda merasa sangat haus hanya dalam beberapa jam setelah Imsak.
  • Konsumsi Buah Tinggi Air: Semangka, melon, dan mentimun bisa menjadi "cadangan hidrasi" tambahan di luar kuota 8 gelas air putih Anda.

Metode 2-4-2 adalah cara paling logis untuk tetap memenuhi kebutuhan biologis tubuh di tengah keterbatasan waktu. Dengan hidrasi yang terjaga, Anda tidak hanya melindungi fungsi ginjal dan kelembapan kulit, tetapi juga menjaga performa kognitif agar tetap tajam saat bekerja. Ramadan bukan tentang seberapa kuat Anda menahan haus, tapi seberapa cerdas Anda mengelola sumber daya tubuh.