Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
Azizatul Khifdiyah - Sunday, 01 November 2026 | 12:38 PM


Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat terkait polemik penyelenggaraan agenda Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026. Berdasarkan laporan detiknews, kegiatan tersebut diselenggarakan di kawasan Pospol Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026). Pihak kepolisian menggelar agenda peringatan Sumpah Pemuda ke-98 tersebut guna mengusung tema 'Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia'.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyadari bahwa acara tersebut menimbulkan beragam pemaknaan dan tanggapan di tengah publik. Sejumlah tokoh public figure turut hadir mengisi acara, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad serta kreator konten Willie Salim. Kehadiran para tokoh populer tersebut lantas memicu sorotan tajam hingga menjadi perbincangan hangat publik media sosial.
Menanggapi gejolak sosial tersebut, pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi resminya terkait status kehadiran para publik figur dalam acara tersebut. Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa Raffi Ahmad dan Willie Salim murni hadir memenuhi undangan resmi kepolisian selaku pihak penyelenggara. Keduanya datang dengan niat baik untuk ikut serta merayakan momentum bersejarah peringatan Hari Sumpah Pemuda bersama elemen masyarakat.
"Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat," ujar Budi Hermanto dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).
"Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi," lanjutnya.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa deklarasi tersebut sama sekali bukan merupakan aksi tandingan dari penyampaian pendapat di muka umum yang berlangsung sehari sebelumnya. Selain itu, pimpinan kepolisian mengonfirmasi sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait adanya dugaan keberadaan peserta mahasiswa gadungan di lokasi acara. Kepolisian berjanji akan menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut secara transparan demi menjaga integritas institusi serta kepercayaan publik luas.
"Mahasiswa yang diduga gadungan dilakukan penyelidikan pihak kepolisian," tegasnya.
Polda Metro Jaya menyatakan sangat menghormati seluruh aspirasi, kritik konstruktif, maupun masukan dari masyarakat luas sebagai bahan evaluasi pelayanan Polri. Langkah evaluasi menyeluruh ini diambil agar jajaran kepolisian senantiasa dapat meningkatkan mutu pelayanan publik yang jauh lebih baik di masa depan. Semangat persatuan dalam momentum Sumpah Pemuda diharapkan dapat terus terjaga secara tenteram bersama seluruh elemen bangsa Indonesia.
"Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa," jelasnya.
"Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik," pungkasnya.
Next News

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
7 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
10 hours ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
14 hours ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
a day ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
2 days ago

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Batalkan Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
2 days ago

Operasi Patuh Candi 2026 di Pekalongan Hadirkan Sosialisasi Humanis dan Program Bebas Denda Pajak Kendaraan
3 days ago

Pembobolan Hot Wallet Binance Senilai Rp114 Triliun Libatkan Peretas Korea Utara
3 days ago

Dugaan Penggelapan Dana PKKMB 2026 di Universitas Pekalongan Guncang Forum Terbuka Mahasiswa
3 days ago





