Senin, 2 November 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan

Azizatul Khifdiyah - Sunday, 01 November 2026 | 09:10 AM

Background
Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
Saksikan kemeriahan Parade Kain Batik 116 Meter di Kota Pekalongan sebagai puncak Hari Batik Nasional untuk melestarikan warisan budaya dan batik ramah lingkungan. (Antarafoto.com/)

​Masyarakat dan pegiat budaya berkumpul untuk membentangkan kain dalam Parade Kain Batik sepanjang 116 meter serta Pawai Gunungan Kain Batik di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Acara berskala besar ini berlangsung meriah pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Para peserta yang terlibat tampak antusias membawa bentangan kain batik menyusuri rute perayaan di wilayah tersebut.

​Kegiatan bernuansa kebudayaan ini diprakarsai oleh Pemerintah Kota Pekalongan yang bekerja sama dengan Komunitas Pecinta Batik Pesindon. Selain itu, berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam beragam komunitas seni budaya turut ambil bagian memeriahkan jalannya acara. Kolaborasi lintas pihak ini berhasil menarik perhatian warga lokal hingga wisatawan yang melintas di lokasi.

​Berdasarkan laporan penyelenggara, acara ini digelar dengan tujuan utama untuk terus melestarikan tradisi batik sebagai warisan budaya takbenda. Tak hanya sekadar pawai, agenda tersebut sekaligus menjadi wadah kampanye untuk mempromosikan penggunaan batik berbahan pewarna alami yang ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong industri kreatif batik lokal agar tetap mempertahankan kelestarian alam sekitar.

​Penyelenggaraan parade bentangan kain sepanjang 116 meter dan gunungan batik tersebut juga menjadi penanda puncak dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional. Momentum ini digunakan oleh pemerintah daerah serta para komunitas seni untuk memperkuat identitas Pekalongan sebagai kota batik yang bereputasi dunia. Lebih jauh lagi, semangat kebersamaan para peserta mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga warisan leluhur.

​Kehadiran puluhan komunitas seni budaya dalam helatan ini membuktikan besarnya kepedulian warga terhadap keberlanjutan tradisi batik di Jawa Tengah. Setiap kelompok membawa kreasi batik khas yang menampilkan keindahan ragam motif lokal. Melalui pawai ini, keahlian para pengrajin batik pewarna alami mendapat ruang apresiasi yang luas dari publik.

​Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut ditutup dengan penyerahan simbolis kain batik pewarna alami. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, serta membawa suasana kebudayaan yang sangat kental bagi seluruh peserta yang hadir. Pawai ini pun sukses menegaskan kembali posisi Kota Pekalongan sebagai pusat pelestarian warisan budaya bangsa.