Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
Azizatul Khifdiyah - Sunday, 01 November 2026 | 09:10 AM


Masyarakat dan pegiat budaya berkumpul untuk membentangkan kain dalam Parade Kain Batik sepanjang 116 meter serta Pawai Gunungan Kain Batik di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Acara berskala besar ini berlangsung meriah pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Para peserta yang terlibat tampak antusias membawa bentangan kain batik menyusuri rute perayaan di wilayah tersebut.
Kegiatan bernuansa kebudayaan ini diprakarsai oleh Pemerintah Kota Pekalongan yang bekerja sama dengan Komunitas Pecinta Batik Pesindon. Selain itu, berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam beragam komunitas seni budaya turut ambil bagian memeriahkan jalannya acara. Kolaborasi lintas pihak ini berhasil menarik perhatian warga lokal hingga wisatawan yang melintas di lokasi.
Berdasarkan laporan penyelenggara, acara ini digelar dengan tujuan utama untuk terus melestarikan tradisi batik sebagai warisan budaya takbenda. Tak hanya sekadar pawai, agenda tersebut sekaligus menjadi wadah kampanye untuk mempromosikan penggunaan batik berbahan pewarna alami yang ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong industri kreatif batik lokal agar tetap mempertahankan kelestarian alam sekitar.
Penyelenggaraan parade bentangan kain sepanjang 116 meter dan gunungan batik tersebut juga menjadi penanda puncak dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional. Momentum ini digunakan oleh pemerintah daerah serta para komunitas seni untuk memperkuat identitas Pekalongan sebagai kota batik yang bereputasi dunia. Lebih jauh lagi, semangat kebersamaan para peserta mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga warisan leluhur.
Kehadiran puluhan komunitas seni budaya dalam helatan ini membuktikan besarnya kepedulian warga terhadap keberlanjutan tradisi batik di Jawa Tengah. Setiap kelompok membawa kreasi batik khas yang menampilkan keindahan ragam motif lokal. Melalui pawai ini, keahlian para pengrajin batik pewarna alami mendapat ruang apresiasi yang luas dari publik.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut ditutup dengan penyerahan simbolis kain batik pewarna alami. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, serta membawa suasana kebudayaan yang sangat kental bagi seluruh peserta yang hadir. Pawai ini pun sukses menegaskan kembali posisi Kota Pekalongan sebagai pusat pelestarian warisan budaya bangsa.
Next News

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
7 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
10 hours ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
14 hours ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
a day ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
a day ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
2 days ago

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Batalkan Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
2 days ago

Operasi Patuh Candi 2026 di Pekalongan Hadirkan Sosialisasi Humanis dan Program Bebas Denda Pajak Kendaraan
3 days ago

Pembobolan Hot Wallet Binance Senilai Rp114 Triliun Libatkan Peretas Korea Utara
3 days ago

Dugaan Penggelapan Dana PKKMB 2026 di Universitas Pekalongan Guncang Forum Terbuka Mahasiswa
3 days ago





