Senin, 2 November 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Dugaan Penggelapan Dana PKKMB 2026 di Universitas Pekalongan Guncang Forum Terbuka Mahasiswa

Azizatul Khifdiyah - Friday, 30 October 2026 | 12:20 PM

Background
Dugaan Penggelapan Dana PKKMB 2026 di Universitas Pekalongan Guncang Forum Terbuka Mahasiswa
Simak rangkuman polemik LPJ PKKMB 2026 BEM KM Universitas Pekalongan yang diwarnai dugaan mark-up dana konsumsi dalam forum terbuka mahasiswa di GOR UNIKAL. (lpmsuakaunikal/)

Polemik mengenai Laporan Pertanggungjawaban Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa tahun 2026 yang sempat dipertanyakan akhirnya dibahas secara langsung melalui forum terbuka. Diskusi tersebut berlangsung di Gedung Olahraga Universitas Pekalongan pada tanggal 29 Oktober 2026 dengan melibatkan berbagai pihak kampus. Pertemuan ini diinisiasi untuk mencapai solusi bersama serta memberikan transparansi dana anggaran PKKMB tahun 2026.

​Transparansi tersebut khususnya ditujukan kepada peserta PKKMB tahun 2026 yang dikenakan biaya iuran sebesar Rp100.000 setiap orang. Ketua PKKMB tahun 2026, Nadia Pitaloka, menjelaskan bahwa pihaknya berupaya menyikapi polemik terkait laporan pertanggungjawaban yang beredar luas di media sosial. Pertemuan tatap muka ini diharapkan mampu menjadi solusi terbaik bagi seluruh pihak yang hadir di ruangan.

"Hal yang dipertanyakan adalah kondisi transparan antaranya, khususnya dari kawan-kawan maba tahun 2026 yang kita berikan aturan untuk iuran Rp100.000. Ketika dievaluasi pasti jumlahnya sangat banyak, ada 1.030 orang." lanjut Nadia.

​Nadia kemudian membeberkan rincian pemasukan serta pendapatan dalam kegiatan pengenalan kampus tersebut secara terbuka kepada audiens. Sorotan utama dalam diskusi kemudian berfokus pada pengeluaran uang konsumsi yang dinilai janggal oleh para peserta forum. Salah satu peserta bernama Uwais menanyakan terkait adanya dugaan mark-up dana pada sie konsumsi, terutama pada anggaran konsumsi sekolah panitia pendamping.

"Ada PANPING yang mengatakan keresahannya kepada saya, "Memang benar ya kalau panping dapatnya Snack kiloan?" Jika boleh tahu, dapatkah saya lihat bagian sekolah PANPING?" tanya Uwais.

​Ia menambahkan bahwa dalam laporan tertulis tertera sekolah panitia pendamping tercatat dua kali dengan anggaran masing-masing sebesar Rp7.000. Namun, Uwais mempertanyakan alasan tidak adanya rincian pembelian serta mengapa konsumsi yang didapatkan hanya satu kali. Suasana forum mendadak riuh ketika pembahasan berlanjut pada dugaan manipulasi data dan ketidaksesuaian laporan. Sejumlah peserta mendesak koordinator konsumsi memberikan kejelasan terkait perbedaan laporan tertulis dengan kenyataan di lapangan.

​Pembelaan kemudian dilontarkan oleh Koordinator Sie Penanggung Jawab Panitia Pendamping, Daniel Hafi, yang menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui proses pembelian.

"Karena kita tidak dekat dengan sie Konsumsi ya. Kami hanya menerima konsumsinya doang." ungkapnya. Pernyataan tersebut langsung ditanggapi oleh Uwais yang menilai ada upaya saling lempar tanggung jawab antar panitia. Uwais menegaskan bahwa laporan pertanggungjawaban seharusnya dilaporkan per masing-masing koordinator bidang terkait.

​Koordinator Sie Penanggung Jawab Konsumsi, Kanya Syifarani, akhirnya memberikan klarifikasi atas kejanggalan anggaran yang dipersoalkan peserta. la menyatakan bahwa sie konsumsi hanya membelikan snack kiloan seharga Rp12.000 untuk satu dus sesuai arahan saudara Ibad. "Saya sebagai Koordinator yang saya ketahui bahwa ada 2 alih. Dari sie konsumsi sendiri hanya membelikan snack kiloan seharga 12.000 itu satu dus. Dan yang itu mas lbad." jelasnya.

Pengakuan ini memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian administrasi serta penambahan anggaran fiktif dalam laporan pertanggungjawaban kegiatan PKKMB Universitas Pekalongan.