Sabtu, 20 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Tren Parfum Anak Sekolah Picu Pubertas Dini

Admin WGM - Wednesday, 03 June 2026 | 05:03 PM

Background
Tren Parfum Anak Sekolah Picu Pubertas Dini
Anak Sekolah (WGM/)

Fenomena baru kembali hadir di kalangan anak sekolah dasar, khususnya anak laki-laki yang berbondong-bondong untuk membeli salah satu merek parfum lokal. Menariknya, tren ini juga menjangkiti para anak dalam peralihan menuju remaja pubertas.

Parfum bukan lagi sekadar pelengkap sehabis mandi, tetapi juga sudah menjadi bagian identitas budaya, hingga koleksi seni aroma. Merek parfum yang sedang digandrungi para remaja ini masuk dalam kategori mudah dijangkau, baik dari segi ketersediaan barang hingga harga yang hanya berkisar Rp80.000,00–Rp100.000,00.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Mei hingga awal Juni 2026, sebagian alasan anak pubertas menyampaikan hanya mengikuti perkembangan zaman atau hanya ingin tercium wangi badannya. Aroma tubuh yang wangi membantu menaikkan rasa percaya diri dan menjadi standar diakui di kelompok sosialnya atau gaul.

Namun, fenomena ini tidak hanya dipicu oleh faktor lingkungan sosial belaka. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa parfum dan produk beraroma mengandung senyawa pengganggu hormon yang mempercepat pubertas.

Penelitian yang pernah dilakukan oleh Endocrine Society (2024) menggarisbawahi bahwa senyawa wewangian seperti musk ambrette dapat menstimulasi reseptor di otak dan memicu pelepasan hormon yang memulai pubertas. Hal ini didukung oleh Dr. Liji Thomas dalam tulisannya, Chemicals in Cosmetics, Soap, Perfume, and Early Puberty (2022), yang menyampaikan wewangian dapat bertindak sebagai xenoestrogen (senyawa yang meniru hormon estrogen).

Fenomena ini tidak hanya membuat trendsetter, melainkan juga berpengaruh pada proses pertumbuhan anak. Penting bagi orang dewasa untuk membantu mengawasi dan memilah tren yang aman bagi perkembangan generasi muda.