Tren Parfum Anak Sekolah Picu Pubertas Dini
Admin WGM - Wednesday, 03 June 2026 | 05:03 PM


Fenomena baru kembali hadir di kalangan anak sekolah dasar, khususnya anak laki-laki yang berbondong-bondong untuk membeli salah satu merek parfum lokal. Menariknya, tren ini juga menjangkiti para anak dalam peralihan menuju remaja pubertas.
Parfum bukan lagi sekadar pelengkap sehabis mandi, tetapi juga sudah menjadi bagian identitas budaya, hingga koleksi seni aroma. Merek parfum yang sedang digandrungi para remaja ini masuk dalam kategori mudah dijangkau, baik dari segi ketersediaan barang hingga harga yang hanya berkisar Rp80.000,00–Rp100.000,00.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Mei hingga awal Juni 2026, sebagian alasan anak pubertas menyampaikan hanya mengikuti perkembangan zaman atau hanya ingin tercium wangi badannya. Aroma tubuh yang wangi membantu menaikkan rasa percaya diri dan menjadi standar diakui di kelompok sosialnya atau gaul.
Namun, fenomena ini tidak hanya dipicu oleh faktor lingkungan sosial belaka. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa parfum dan produk beraroma mengandung senyawa pengganggu hormon yang mempercepat pubertas.
Penelitian yang pernah dilakukan oleh Endocrine Society (2024) menggarisbawahi bahwa senyawa wewangian seperti musk ambrette dapat menstimulasi reseptor di otak dan memicu pelepasan hormon yang memulai pubertas. Hal ini didukung oleh Dr. Liji Thomas dalam tulisannya, Chemicals in Cosmetics, Soap, Perfume, and Early Puberty (2022), yang menyampaikan wewangian dapat bertindak sebagai xenoestrogen (senyawa yang meniru hormon estrogen).
Fenomena ini tidak hanya membuat trendsetter, melainkan juga berpengaruh pada proses pertumbuhan anak. Penting bagi orang dewasa untuk membantu mengawasi dan memilah tren yang aman bagi perkembangan generasi muda.
Next News

Fenomena Pemadaman Listrik Bergilir Resahkan Warga, Waka MPR Desak PLN Benahi Infrastruktur
in an hour

Gelar Aksi di Kantor DPRD Sementara, Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Suarakan Isu Lokal dan Nasional
in 41 minutes

Zona Merah Lahan Hijau Pekalongan Terancam Proyek PSEL, Wali Kota Pekalongan Soroti Darurat Sampah
in a minute

Motor Diangkut Dishub Saat Ambil Pesanan, Driver Ojol Menangis dan Mohon Kendaraannya Dikembalikan
in 30 minutes

Video Aksi Diduga Mata Elang di Rawamangun Viral, Disebut Meresahkan Pengendara Perempuan
in 28 minutes

SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Daging Ayam Peternak Lokal untuk Program MBG
8 minutes ago

BMKG Catat Rentetan Gempa Dangkal di Sesar Kendeng, Warga Diminta Tetap Waspada
in 20 minutes

Jembatan Garuda Merah Putih Capai 70 Persen, Akses Kendal-Batang Segera Lebih Mudah
14 minutes ago

Urai Kemacetan Akhir Tahun, 10 Ruas Jalan Tol Baru Siap Dibuka Fungsional Jelang Nataru!
20 minutes ago

Teken Damai dengan Iran, Donald Trump Dihujani Kritik Pedas dari Internal Partai Republik
an hour ago





