Teken Damai dengan Iran, Donald Trump Dihujani Kritik Pedas dari Internal Partai Republik
Admin WGM - Saturday, 20 June 2026 | 01:00 PM


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuai kritik pedas dari internal partainya sendiri, Partai Republik, usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) damai dengan Iran pada Rabu (17/6/2026). Kesepakatan yang ditandatangani secara jarak jauh bersama Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, tersebut dinilai oleh sejumlah senator Republik sebagai langkah mundur yang memperlemah posisi tawar geopolitik Washington. Beberapa poin krusial dalam nota perdamaian tersebut mencakup penghentian perang di semua lini, pencabutan sanksi ekonomi, hingga pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Penolakan keras dari internal Republik mencuat karena draf perjanjian damai itu dianggap tidak memuat komitmen tegas terkait pembatasan program nuklir dan rudal balistik Teheran. Para politisi konservatif Amerika Serikat menuduh Trump terlalu terburu-buru demi meredam gejolak harga minyak dunia dan menghindari depresi ekonomi global. Kritik semakin tajam lantaran kesepakatan tersebut mewajibkan Amerika Serikat ikut memberikan kompensasi atas kerusakan infrastruktur yang timbul selama masa konflik di kawasan Timur Tengah.
Di pihak lain, sejumlah pengamat internasional menilai isi nota kesepahaman ini menjadi sinyal kuat kemenangan taktis bagi Iran atas Amerika Serikat. Strategi Washington bersama sekutunya untuk melakukan penggulingan rezim ulama pascaserangan militer terbukti gagal total. Meskipun Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei wafat dalam serangan sebelumnya, suksesi kepemimpinan kepada putranya, Mojtaba Hosseini Khamenei, berlangsung mulus dan justru memperkuat legitimasi politik domestik. Iran dinilai berhasil memaksa Amerika Serikat mengakui kedaulatan penuh serta integritas wilayah mereka tanpa syarat intervensi urusan internal.
Merespons gelombang protes di dalam negeri, Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum bersifat final. Ia berkilah bahwa diplomasi ini merupakan satu-satunya cara rasional untuk mengamankan pasokan energi global dan mencegah krisis ekonomi yang lebih masif. Kendati demikian, Trump memberikan peringatan keras bahwa militer Amerika Serikat siap melanjutkan operasi serangan udara jika proses negosiasi lanjutan mengenai pemusnahan uranium di Swiss mengalami kebuntuan. Sebagai langkah taktis, Gedung Putih langsung mengutus Jared Kushner dan Steve Witkoff menuju Swiss guna mengawal perundingan lanjutan yang sempat tertunda.
Next News

Fenomena Pemadaman Listrik Bergilir Resahkan Warga, Waka MPR Desak PLN Benahi Infrastruktur
in 4 hours

Gelar Aksi di Kantor DPRD Sementara, Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Suarakan Isu Lokal dan Nasional
in 4 hours

Zona Merah Lahan Hijau Pekalongan Terancam Proyek PSEL, Wali Kota Pekalongan Soroti Darurat Sampah
in 3 hours

Motor Diangkut Dishub Saat Ambil Pesanan, Driver Ojol Menangis dan Mohon Kendaraannya Dikembalikan
in 4 hours

Video Aksi Diduga Mata Elang di Rawamangun Viral, Disebut Meresahkan Pengendara Perempuan
in 4 hours

SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Daging Ayam Peternak Lokal untuk Program MBG
in 3 hours

BMKG Catat Rentetan Gempa Dangkal di Sesar Kendeng, Warga Diminta Tetap Waspada
in 3 hours

Jembatan Garuda Merah Putih Capai 70 Persen, Akses Kendal-Batang Segera Lebih Mudah
in 3 hours

Urai Kemacetan Akhir Tahun, 10 Ruas Jalan Tol Baru Siap Dibuka Fungsional Jelang Nataru!
in 3 hours

Redam Demo Mahasiswa, Pimpinan DPR Janji Kawal Evaluasi Anggaran MBG hingga Harga BBM
in an hour





