Gelar Aksi di Kantor DPRD Sementara, Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Suarakan Isu Lokal dan Nasional
Admin WGM - Saturday, 20 June 2026 | 03:01 PM


Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Diklat, Kota Pekalongan, pada Jumat (19/6). Gedung tersebut saat ini difungsikan sebagai Kantor Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan. Dalam aksi bertajuk "Pekalongan Menggugat" ini, massa bergerak secara tertib untuk menyuarakan berbagai tuntutan krusial, baik yang berskala lokal maupun nasional.
Melalui orasi bergantian yang dipimpin oleh sejumlah koordinator lapangan, para peserta aksi secara tegas menyoroti potret permasalahan yang perlu segera dibenahi oleh pemerintah. Isu-isu lokal seperti penanganan banjir rob yang belum tuntas, tata ruang kota, hingga persoalan kesejahteraan masyarakat setempat menjadi poin utama. Selain itu, massa juga membawa isu nasional terkait kebijakan publik yang dinilai kurang berpihak pada rakyat kecil.
Tuntutan lokal
1. Menuntut Pemkot Pekalongan untuk mengevaluasi dan meninjau ulang Rencana Pembangunan PSEL sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
2. Tindak tegas pelaku pembuang limbah sembarangan.
3. Pastikan IPAL berfungsi dengan baik.
4. Tertibkan seluruh tata kelola pasar.
5. Berikan perlindungan sosial kepada seluruh pekerja informal.
6. Perbaiki seluruh permasalahan sungai yang ada di Kota Pekalongan.
Tuntutan Nasional
1. Hentikan pemborosan APBN.
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
3. Stabilkan nilai tukar rupiah
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Reforma total trias politica
6. Hentikan praktik KKN
7. Sahkan UU Perampasan Aset
8. Dorong pembahasan RUU Sisdiknas
9. Berikan jaminan pendidikan tinggi berskala nasional
10. Hentikan program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan pembangunan KDMP.
11. Rezim Prabowo-Gibran berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya.
Guna mengantisipasi potensi kericuhan, aparat keamanan gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP disiagakan secara ketat di sekitar lokasi. Petugas membuat barikade pengamanan di gerbang masuk gedung untuk memastikan jalannya penyampaian aspirasi tidak mengganggu fasilitas umum. Kendati pengamanan diperketat, jalannya aksi demonstrasi ini terpantau berlangsung dengan sangat kondusif tanpa adanya gesekan fisik.
Suasana aksi mereda setelah Ketua DPRD Kota Pekalongan bersama Wali Kota Pekalongan memilih untuk turun langsung menemui massa di lapangan. Kedua pejabat daerah tersebut menunjukkan sikap kooperatif dengan duduk bersama dan membuka ruang dialog terbuka untuk mendengarkan langsung poin-poin tuntutan yang dibawa oleh aliansi mahasiswa.
Pemerintah Kota Pekalongan menyatakan siap menampung seluruh aspirasi tersebut dan berjanji akan menindaklanjutinya melalui kajian kebijakan yang lebih komprehensif. Setelah dialog usai dan nota kesepahaman ditandatangani, massa mahasiswa akhirnya membubarkan diri secara teratur dengan pengawalan dari aparat kepolisian setempat.
Next News

Aksi Cepat Kapal Tanker Pertamina Evakuasi 16 Korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
in 2 hours

Kebakaran Lahan Bekas Penampungan Sampah TPA Randukuning Batang Dipadamkan Berjam-jam
in 2 hours

Terkuak! Pembunuh Wanita di Hotel Melati Tanah Abang Ditangkap Usai Gunakan Identitas Palsu
in an hour

Kaki Seribu Matang Ditemukan dalam Menu Makan Bergizi Gratis di Pasangkayu, Operasi SPPG Lariang Dihentikan Sementara
a day ago

Dihantam Ombak 2,5 Meter di Muara Pelabuhan Pekalongan, Perahu Jukung Pecah Menewaskan Satu Nelayan
a day ago

Bawa 243 Orang, Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Laut Jawa
a day ago

Asap Karhutla Kepung Bromo Hills, Pengunjung dan Pegawai Berlarian Keluar
a day ago

Benda Bercahaya Melintas di Langit Gorontalo, Diduga Meteor Jatuh di Pegunungan
2 days ago

Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo Dibakar Empat Orang Tak Dikenal
2 days ago

Kepulauan Seribu Diguncang Gempa M 5,9 Sabtu Pagi, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami
2 days ago





