Fenomena Pemadaman Listrik Bergilir Resahkan Warga, Waka MPR Desak PLN Benahi Infrastruktur
Trista - Saturday, 20 June 2026 | 03:06 PM


Peristiwa pemadaman listrik secara bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Sumatra, dan Bali dalam beberapa hari terakhir memicu reaksi keras dari kalangan legislatif. Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Eddy Soeparno mendesak PT PLN (Persero) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja sistem kelistrikan nasional.
"Saya tidak saja mendapatkan laporan terkait pemadaman listrik secara bergilir dari daerah ke daerah, lebih dari itu saya juga mengalaminya saat kunjungan ke Dapil di Kota Bogor dari Jumat sore (19/6)," ungkap Eddy, dilansir dari laman detikNews, Sabtu (20/6/2026).
Desakan evaluasi tersebut menyasar dua aspek krusial, yakni pembenahan performa operasional seluruh pembangkit listrik milik perseroan dan pemastian keamanan pasokan batu bara sebagai bahan baku utama. Evaluasi total ini dianggap fundamental mengingat pemadaman intermiten terbukti mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan stabilitas pasokan energi di wilayah-wilayah sentral nasional.
"Saya memahami bahwa akar permasalahan antara lain berawal dari kurangnya pasokan batu bara jenis 'medium rank coal' ke pembangkit-pembangkit PLN, sehingga terpaksa dilakukan pengalokasian beban listrik secara tidak merata," lanjut Eddy.
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa fenomena pemadaman ini murni disebabkan oleh kendala teknis dan bukan karena kelangkaan pasokan komoditas batu bara.
"Pemerintah posisinya sebagai regulator dan pengawas, sedangkan PLN adalah eksekutornya. Saya sudah instruksikan langsung Direktur Utama PLN untuk memastikan manajemen logistik dan perawatan diperbaiki agar hak rakyat mendapat pelayanan listrik tanpa pemadaman tetap terpenuhi," ungkap Bahlil Lahadalia, dilansir dari laman detikJateng (19/6/2026).
Pemerintah menjamin ketersediaan bahan baku energi primer domestik berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Kementerian ESDM pun meminta manajemen PLN bergerak cepat mengidentifikasi serta menuntaskan kendala operasional yang terjadi pada unit fasilitas.
Sementara itu, manajemen PT PLN (Persero) mengonfirmasi bahwa kendala teknis kelistrikan ini bersumber dari kegagalan operasional unit mesin. Dua unit pembangkit listrik berskala besar dilaporkan mengalami gangguan teknis mendadak yang memaksa penghentian operasional untuk sementara waktu. Dampak langsung dari kerusakan fasilitas produksi tersebut adalah penurunan drastis pada kapasitas daya dukung sistem kelistrikan nasional.
Guna mengantisipasi ketidakseimbangan pasokan yang lebih parah, perusahaan setrum negara tersebut menerapkan kebijakan manajemen beban secara terbatas dan terukur di beberapa titik geografis. Manajemen beban inilah yang dirasakan masyarakat sebagai pemadaman listrik secara bergiliran. Pihak perusahaan menyampaikan permohonan maaf resmi atas ketidaknyamanan operasional yang merugikan para pelanggan.
Next News

Gelar Aksi di Kantor DPRD Sementara, Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Suarakan Isu Lokal dan Nasional
in 4 hours

Zona Merah Lahan Hijau Pekalongan Terancam Proyek PSEL, Wali Kota Pekalongan Soroti Darurat Sampah
in 3 hours

Motor Diangkut Dishub Saat Ambil Pesanan, Driver Ojol Menangis dan Mohon Kendaraannya Dikembalikan
in 4 hours

Video Aksi Diduga Mata Elang di Rawamangun Viral, Disebut Meresahkan Pengendara Perempuan
in 4 hours

SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Daging Ayam Peternak Lokal untuk Program MBG
in 3 hours

BMKG Catat Rentetan Gempa Dangkal di Sesar Kendeng, Warga Diminta Tetap Waspada
in 4 hours

Jembatan Garuda Merah Putih Capai 70 Persen, Akses Kendal-Batang Segera Lebih Mudah
in 3 hours

Urai Kemacetan Akhir Tahun, 10 Ruas Jalan Tol Baru Siap Dibuka Fungsional Jelang Nataru!
in 3 hours

Teken Damai dengan Iran, Donald Trump Dihujani Kritik Pedas dari Internal Partai Republik
in 2 hours

Redam Demo Mahasiswa, Pimpinan DPR Janji Kawal Evaluasi Anggaran MBG hingga Harga BBM
in an hour





