Ancaman Overproduksi Ayam Pedaging di Jateng: Peternak Keluhkan Harga Pakan dan Tuntut Solusi Pemerintah
Admin WGM - Wednesday, 12 August 2026 | 12:15 PM


Sektor peternakan unggas di Provinsi Jawa Tengah kini berada dalam ancaman krisis overproduksi setelah populasi ayam pedaging dilaporkan melonjak drastis hingga menyentuh angka hampir 1 miliar ekor. Lonjakan jumlah ternak yang luar biasa pesat ini memicu kepanikan di tingkat peternak mandiri karena potensi anjloknya harga jual di pasaran yang sangat tajam.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavarez, mengonfirmasi bahwa tingginya angka populasi tersebut berisiko besar menekan kestabilan ekosistem perunggasan daerah. Tingginya pasokan daging ayam yang tidak seimbang dengan daya serap pasar diprediksi bakal memicu penurunan harga drastis di tingkat peternak secara berkelanjutan.
Ancaman kerugian yang kian membayangi tersebut memicu gelombang protes keras dari ratusan peternak di berbagai wilayah, termasuk aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Bupati Pati. Dalam aksi tersebut, para peternak meluapkan kekecewaannya atas anjloknya harga jual telur dan ayam yang berbanding terbalik dengan melonjaknya harga pakan.
"Kalau kita lihat ayam pedaging, khususnya di Jawa Tengah, itu populasinya sudah overproduksi. Secara data jumlah ayam kita hanya kurang sedikit lagi untuk sampai 1 miliar," ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavare di Kantor DPRD Jawa Tengah, dilansir dari laman Kompas.com Selasa (11/8/2026) sore.
Suasana unjuk rasa tersebut diwarnai aksi teatrikal ekstrem ketika seorang peserta nekat memakan ayam yang masih hidup serta melakukan aksi mandi telur di depan publik. Ketua Asosiasi Unggas Peternak Seluruh Kabupaten Pati, Dwi Agus Siswanto, menjelaskan bahwa aksi simbolis itu dilakukan sebagai ungkapan rasa putus asa peternak yang terus merugi.
Selain melakukan aksi teatrikal, massa demonstran juga membagikan masing-masing 1 ton telur dan 1 ton ayam secara gratis kepada warga serta pengguna jalan yang melintas. Langkah pembagian hasil ternak secara cuma-cuma ini menjadi ungkapan ketidakmampuan para peternak mandiri dalam menanggung biaya operasional dan perawatan harian.
"Animo masyarakat yang baru berusaha untuk beternak ayam ini juga meningkat karena adanya SPPG. Mereka melihat ini ada peluang sehingga muncul peternak-peternak baru. Ini akhirnya menambah jumlah populasi kita semakin banyak," lanjutnya.
Para peternak mengungkapkan bahwa harga pakan ternak mengalami kenaikan bertahap hingga mencapai kisaran Rp450 ribu per sak dalam dua bulan terakhir. Situasi ini dinilai sangat memberatkan karena biaya produksi terus membengkak di tengah harga jual komoditas unggas yang jatuh jauh di bawah harga acuan pemerintah.
Sebagai bentuk desakan keras, peternak memberikan tenggat waktu hingga akhir bulan bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk segera melahirkan solusi konkret. Apabila tuntutan mereka tidak diakomodasi, asosiasi peternak mengancam akan mengerahkan jumlah massa yang jauh lebih besar untuk memblokir berbagai akses jalan strategis.
Pemerintah daerah mengklaim tengah berkoordinasi intensif dengan jajaran kementerian serta dinas terkait untuk mempercepat penyerapan hasil ternak lokal. Pengesahan kebijakan penyerapan pasokan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diharapkan dapat menjadi rujukan utama guna meredam dampak overproduksi nasional.
Next News

Si Jago Merah Amuk Perum BRD Pekalongan: Gudang Batik Ludes, Kerugian Capai Rp2 Miliar
in 6 hours

Inspiratif! Ini Deretan Inovasi Keren Buatan Remaja yang Berhasil Mengubah Dunia
in 6 hours

Kritik Pernyataan Panglima TNI Soal Keamanan, Koalisi Sipil Tegaskan Prinsip Supremasi Sipil
in 4 hours

Ungkap Misteri Kematian Sutrimo di Kebayoran Lama, Tim Forensik Gelar Pembongkaran Makam di Banyumas
in 3 hours

Sidang Korupsi Kuota Haji Dimulai: Terungkap Aliran Uang Suap Ribuan Dolar dan Nasib Jemaah yang Tertunda
15 hours ago

Jelang Demo Besar Agustus 2026, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Minta Masyarakat Sampaikan Kritik Konstrukt
15 hours ago

KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Capai Rp223,6 Miliar
15 hours ago

Aksi Heroik Warga Silih Nara Bahu-Membahu Bantu Damkar Padamkan Api
16 hours ago

Kronologi Mahasiswa KKN ITS NU di Doro Pekalongan Ditemukan Meninggal Usai Begadang Bersama Rekan
17 hours ago

Gempa M 7,4 di Kolombia, Kemlu Pastikan Kondisi WNI Aman
18 hours ago





