Bola Ada di Kemenhub! KCI Buka Suara Soal Potensi Reaktivasi Stasiun Gunung Putri
Admin WGM - Saturday, 08 August 2026 | 10:51 AM


Harapan masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor untuk menikmati akses transportasi publik yang lebih ramah dan terjangkau kembali membuncah. Gelombang desakan agar Stasiun Gunung Putri diaktifkan kembali mencuat lantaran para penglaju lokal lelah harus memutar jauh ke Stasiun Nambo atau Stasiun Cibinong demi menaiki KRL Commuter Line. Kondisi memprihatinkan stasiun yang mangkrak sejak tahun 2006 tersebut menjadi sorotan tajam. Menanggapi aspirasi warga yang kian memuncak pada Sabtu, 8 Agustus 2026, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akhirnya memberikan kejelasan terkait status dan mekanisme pengoperasian kembali stasiun nonaktif tersebut.
Pihak manajemen PT KCI menegaskan bahwa kewenangan penuh atas pembangunan prasarana, renovasi fasilitas fisik, hingga proses reaktivasi stasiun berada di bawah otoritas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku pihak regulator. Sebagai operator layanan kereta suburban, KCI menyatakan siap berkoordinasi secara intensif dan mendukung penuh dari sisi operasional armada apabila Kemenhub memberikan persetujuan serta melakukan penataan ulang infrastruktur. Sikap terbuka ini menjadi angin segar bagi ribuan komuter yang menggantungkan mobilitas harian mereka pada rute Nambo Jakarta Kota.
Keberadaan Stasiun Gunung Putri yang berada di antara jalur Stasiun Cibinong dan Stasiun Nambo dinilai sangat strategis untuk mengurai penumpukan calon penumpang. Sejak operasinya dihentikan hampir dua dekade silam, bangunan stasiun tersebut berubah memprihatinkan akibat terbengkalai, ditumbuhi ilalang tinggi, serta dipenuhi tumpukan sampah. Warga sekitar tidak hanya mengeluhkan keterbatasan akses transportasi publik, melainkan juga rasa cemas akan suasana kumuh yang menyelimuti area sekitar stasiun ketika malam hari.
Reaktivasi Stasiun Gunung Putri dipercaya tidak sekadar menyelesaikan masalah jarak tempuh warga, melainkan juga berpotensi besar memantik denyut perekonomian lokal. Kehadiran kembali hilir mudik penumpang KRL diyakini akan membangkitkan sektor usaha mikro, seperti warung kelontong, kedai kopi, jasa parkir kendaraan, hingga transportasi pengumpan di kawasan pemukiman padat tersebut. Belajar dari kesuksesan revitalisasi Stasiun Pondok Rajeg di lintas yang sama, publik kini menaruh harapan besar pada Kemenhub untuk segera mengeksekusi reaktivasi ini demi menghadirkan layanan transportasi umum yang inklusif, efisien, dan humanis bagi warga Bogor.
Next News

Banjir Bandang Terjang Padang Usai Hujan Deras: Belasan Warga Terjebak di Loteng Rumah, Jalan Utama Lumpuh Total
in 7 hours

Sedang Tiduran Main HP, Pemilik Bengkel Tambal Ban di Boyolali Diberondong Tembakan Senjata Airsoft Gun
in 7 hours

Polisi Usut Kasus Berdarah Ambokembang Pekalongan: 4 Tersangka Ditangkap, Penyebab Kematian Masih Misteri
in 7 hours

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
21 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
21 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
14 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
14 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
17 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
2 days ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
2 days ago





