Selasa, 11 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kronologi Mahasiswa KKN ITS NU di Doro Pekalongan Ditemukan Meninggal Usai Begadang Bersama Rekan

Admin WGM - Tuesday, 11 August 2026 | 01:31 PM

Background
Kronologi Mahasiswa KKN ITS NU di Doro Pekalongan Ditemukan Meninggal Usai Begadang Bersama Rekan
Kronologi mahasiswa KKN meninggal di Desa Sawangan, Doro (Istimewa /)

Mahasiswa peserta KKN ITS NU Pekalongan berinisial MMA (21) ditemukan tak bernyawa di dalam kamar poskonya di Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026). Kejadian tersebut terungkap usai rekan sesama mahasiswa yang hendak membangunkannya sekitar pukul 09.00 WIB mendapati korban sudah tidak bernapas dan tidak memiliki denyut nadi.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui sempat menghabiskan waktu malam bersama sejawatnya dengan begadang sembari menikmati kopi di teras samping posko. Berdasarkan keterangan Kapolsek Doro, Iptu Faridin, S.H., M.H., korban baru beranjak masuk ke kamar untuk beristirahat sekitar pukul 02.00 WIB usai beberapa temannya lebih dulu tidur.

"Korban diketahui masuk ke kamar untuk tidur sekitar pukul 02.00 WIB. Sementara beberapa rekannya sudah tidur terlebih dahulu," ungkap Faridin, dikutip pada keterangan tertulis Humas Polres Pekalongan, Selasa (11/8/2026).

Kecurigaan mulai muncul pada pagi hari saat salah satu mahasiswa berupaya membangunkan korban yang tetap bergeming di tempat tidurnya. Saksi yang merasa janggal lantas berinisiatif memeriksa denyut nadi korban dan mendapati sudah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan pada tubuh rekannya tersebut.

Mengetahui kondisi darurat itu, para mahasiswa segera melaporkan kejadian ke Ketua RT serta Pemerintah Desa Sawangan agar dapat diteruskan kepada aparat kepolisian. Tidak berselang lama, personel Polsek Doro bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Pekalongan langsung meluncur ke lokasi kejadian guna melakukan penanganan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Aparat bergerak cepat dengan menghimpun keterangan para saksi di lokasi serta berkoordinasi secara intensif dengan tim medis Puskesmas Doro 2 untuk pemeriksaan fisik. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis luar yang dilakukan oleh dokter dan perawat, korban dipastikan telah meninggal dunia tanpa ditemukan adanya indikasi bekas kekerasan maupun tanda-tanda penganiayaan.

"Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dokter dan perawat Puskesmas Doro 2, korban dinyatakan telah meninggal dunia tanpa tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban," tulisnya.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa dari serangkaian olah TKP dan visum luar, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana yang melatari kematian mahasiswa tersebut. Usai seluruh rangkaian prosedur medis dan kepolisian di lokasi rampung, jasad korban langsung dievakuasi untuk dibawa menuju rumah duka guna diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.

Pihak keluarga korban menyatakan telah ikhlas dan menerima musibah tragis yang menimpa anggotanya dengan membuat surat pernyataan resmi penolakan otopsi. Pihak kepolisian kemudian menyerahkan sepenuhnya pengurusan jenazah kepada keluarga untuk selanjutnya dimakamkan sebagaimana mestinya.

"Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka," terang Faridin.