Jelang Demo Besar Agustus 2026, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Minta Masyarakat Sampaikan Kritik Konstrukt
Admin WGM - Tuesday, 11 August 2026 | 03:22 PM


Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak masyarakat untuk tetap menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan bangsa dengan cara yang positif. Pernyataan tersebut disampaikan Hasto di Museum H.O.S. Tjokroaminoto, Surabaya, Senin (10/8/2026), di tengah adanya rencana aksi demonstrasi besar-besaran pada Agustus 2026. Dilansir RRI, Hasto menilai masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi kritik sebaiknya disampaikan dengan cara yang baik dan konstruktif.
"Tapi mari pada bulan Agustus ini, dengan melihat berbagai problematika bangsa yang tidak mudah, itu baiknya kita isi dengan hal-hal yang positif," kata Hasto, Senin (10/8/2026).
Hasto mengatakan bulan Agustus memiliki makna penting karena bertepatan dengan momentum kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, perjuangan para pahlawan, termasuk Soekarno, telah melahirkan gagasan tentang Pancasila sebagai jalan untuk mewujudkan kemanusiaan, keadilan, serta kehidupan yang terbebas dari berbagai bentuk penindasan. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk membangun energi positif tanpa menghilangkan suara kritis.
"Kita tidak bisa melarang berbagai bentuk ekspresi melalui demonstrasi, karena itu hak konstitusional dan dijamin oleh konstitusi. Hanya skala prioritas saat ini pada bulan Agustus ini, lebih baik kita menggali dan kemudian melihat relevansi dan kemudian merumuskan agenda apa yang kita lakukan," lanjutnya.
Rencana demonstrasi besar-besaran menjadi salah satu latar belakang pernyataan Hasto mengenai cara masyarakat menyampaikan kritik. Ia menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan kebebasan tersebut dijamin oleh konstitusi. Namun, Hasto mengingatkan agar berbagai bentuk ekspresi tidak dilakukan dengan cara yang justru dapat menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Menurut Hasto, masyarakat dapat menyampaikan kritik dengan cara-cara yang baik sambil tetap memperhatikan persoalan dan kebutuhan bangsa. Ia juga mendorong pemerintah untuk terbuka menerima kritik maupun pendapat yang berbeda sebagai bahan evaluasi terhadap kebijakan yang telah berjalan. Dengan demikian, kritik masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari proses perbaikan untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Selain pemerintah, Hasto juga mendorong DPR RI menjalankan fungsi check and balance terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Menurutnya, pengawasan tersebut penting agar kebijakan yang dijalankan dapat berjalan dengan baik sekaligus menjadi ruang bagi suara kritis masyarakat. Hasto berharap momentum Agustus dapat menjadi energi positif bagi seluruh elemen bangsa tanpa menghilangkan kebebasan untuk menyampaikan kritik.
Hasto menilai kritik dan demonstrasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan demokrasi karena masyarakat memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat. Di sisi lain, ia mengajak seluruh elemen masyarakat mempertimbangkan relevansi serta bentuk penyampaian aspirasi agar tetap menghasilkan manfaat bagi kehidupan bersama. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap dinamika rencana aksi demonstrasi besar-besaran yang mencuat pada Agustus 2026.
Next News

Sidang Korupsi Kuota Haji Dimulai: Terungkap Aliran Uang Suap Ribuan Dolar dan Nasib Jemaah yang Tertunda
in 6 hours

KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Capai Rp223,6 Miliar
in 6 hours

Aksi Heroik Warga Silih Nara Bahu-Membahu Bantu Damkar Padamkan Api
in 5 hours

Kronologi Mahasiswa KKN ITS NU di Doro Pekalongan Ditemukan Meninggal Usai Begadang Bersama Rekan
in 4 hours

Gempa M 7,4 di Kolombia, Kemlu Pastikan Kondisi WNI Aman
in 2 hours

Peternak Ayam Petelur Pekalongan Gelar Aksi Damai Tingginya Biaya Produksi, 350 Ayam Dibagikan ke Warga
16 hours ago

Nipah Mall Makassar Milik Kalla Group Terbakar, Pengunjung Sempat Pingsan dan Dua Orang Sesak Napas
20 hours ago

Sinyal Perombakan Kabinet Merah Putih Kian Santer, Partai Koalisi Angkat Bicarakan Hak Prerogatif
21 hours ago

Dinilai Tak Pantas, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Sang Menantu
21 hours ago

Kebakaran Bromo Belum Padam: Akses Wisata Ditutup Total, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
a day ago





