Kritik Pernyataan Panglima TNI Soal Keamanan, Koalisi Sipil Tegaskan Prinsip Supremasi Sipil
Admin WGM - Wednesday, 12 August 2026 | 10:30 AM


Pernyataan Panglima TNI terkait tanggung jawab keamanan nasional menuai kritik tajam dari Koalisi Masyarakat Sipil dan anggota DPR RI. Para pengkritik mengingatkan bahwa tugas utama dalam memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara tegas merupakan kewenangan kepolisian.
Keterlibatan prajurit TNI dalam urusan keamanan domestik seharusnya hanya terbatas pada fungsi bantuan operasional kepada Polri sesuai amanat undang-undang yang berlaku. Penegasan peran ini amat krusial guna menjaga tata kelola supremasi sipil serta mencegah tumpang tindih kewenangan dalam sistem pertahanan negara.
Sementara itu, kesiapan pengamanan ketat tengah dilakukan secara komprehensif untuk mengawal jalannya perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) telah menyiagakan sebanyak 1.147 personel terlatih demi menjamin kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian kegiatan peringatan tersebut.
Pengamanan skala besar ini tidak hanya mengandalkan ribuan prajurit di lapangan, melainkan juga melibatkan pergerakan berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) modern. Strategi pengawalan berlapis tersebut disiapkan guna memberikan perlindungan maksimal bagi para pejabat negara, tamu asing, dan seluruh masyarakat yang hadir.
Salah satu daya tarik utama dalam sistem pengamanan peringatan kemerdekaan tahun ini adalah pengerahan perlengkapan militer canggih seperti sistem persenjataan anti-nuklir. Selain itu, beragam kendaraan taktis (rantis) yang dilengkapi teknologi anti-drone turut disiagakan untuk melumpuhkan potensi ancaman udara tak berawak di sekitar lokasi.
Penerapan teknologi pertahanan modern tersebut menunjukkan komitmen penuh pemerintah dalam mengantisipasi berbagai potensi bahaya, mulai dari ancaman siber hingga spektrum ancaman non-tradisional. Kesiapsiagaan penuh dari seluruh unsur pengamanan diharapkan dapat mewujudkan iklim yang sangat kondusif selama perayaan nasional berlangsung.
Secara keseluruhan, dinamika ini memperlihatkan pentingnya menyeimbangkan kepatuhan pada regulasi hukum dengan kesiapan teknis dalam menghadapi perkembangan ancaman zaman. Dengan pembagian peran yang transparan serta dukungan alutsista mutakhir, stabilitas pertahanan dan keamanan Indonesia dapat terus terjaga dengan sangat optimal.
Next News

Ancaman Overproduksi Ayam Pedaging di Jateng: Peternak Keluhkan Harga Pakan dan Tuntut Solusi Pemerintah
in 7 hours

Si Jago Merah Amuk Perum BRD Pekalongan: Gudang Batik Ludes, Kerugian Capai Rp2 Miliar
in 6 hours

Ungkap Misteri Kematian Sutrimo di Kebayoran Lama, Tim Forensik Gelar Pembongkaran Makam di Banyumas
in 4 hours

Sidang Korupsi Kuota Haji Dimulai: Terungkap Aliran Uang Suap Ribuan Dolar dan Nasib Jemaah yang Tertunda
14 hours ago

Jelang Demo Besar Agustus 2026, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Minta Masyarakat Sampaikan Kritik Konstrukt
14 hours ago

KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Capai Rp223,6 Miliar
14 hours ago

Aksi Heroik Warga Silih Nara Bahu-Membahu Bantu Damkar Padamkan Api
15 hours ago

Kronologi Mahasiswa KKN ITS NU di Doro Pekalongan Ditemukan Meninggal Usai Begadang Bersama Rekan
16 hours ago

Gempa M 7,4 di Kolombia, Kemlu Pastikan Kondisi WNI Aman
17 hours ago

Peternak Ayam Petelur Pekalongan Gelar Aksi Damai Tingginya Biaya Produksi, 350 Ayam Dibagikan ke Warga
a day ago





