Sabtu, 20 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

BMKG Catat Rentetan Gempa Dangkal di Sesar Kendeng, Warga Diminta Tetap Waspada

Admin WGM - Saturday, 20 June 2026 | 02:40 PM

Background
BMKG Catat Rentetan Gempa Dangkal di Sesar Kendeng, Warga Diminta Tetap Waspada
Aktivitas Sesar Kendeng BMKG (detik.com /)

BMKG mengungkap adanya aktivitas seismik berupa serangkaian gempa bumi dangkal yang terjadi di sepanjang jalur aktif Sesar Kendeng dalam beberapa tahun terakhir. Gempa-gempa yang terdeteksi umumnya berkekuatan antara Magnitudo 4 hingga Magnitudo 5 dan menunjukkan bahwa sesar tersebut masih aktif bergerak.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa kemunculan gempa-gempa kecil hingga menengah tersebut menjadi indikasi aktivitas tektonik yang masih berlangsung pada struktur patahan darat yang membentang di wilayah Jawa Timur.

Meski demikian, Ricko menegaskan bahwa Sesar Kendeng termasuk jenis sesar dengan laju pergerakan yang relatif lambat, yakni sekitar 5 milimeter per tahun. Karena karakteristik tersebut, potensi terjadinya gempa besar yang merusak memiliki periode ulang yang sangat panjang dan sebagian besar tercatat dalam catatan sejarah masa lalu.

Menurutnya, aktivitas gempa yang terjadi saat ini merupakan bagian dari proses alami pelepasan energi bumi. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak panik menghadapi informasi terkait potensi gempa yang beredar di media sosial.

Berdasarkan pemutakhiran data dalam Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2024, Sesar Kendeng kini dimasukkan dalam satu sistem patahan besar bersama Sesar Baribis dan Sesar Semarang yang dikenal sebagai Java Back-arc Thrust. Dalam skenario terburuk, sistem patahan tersebut diperkirakan memiliki potensi menghasilkan gempa dengan magnitudo hingga sekitar 7.

Meski informasi mengenai potensi gempa besar sempat ramai diperbincangkan di media sosial, BMKG menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil pemodelan skenario dan bukan prediksi kejadian gempa yang akan terjadi dalam waktu tertentu. Hingga saat ini, teknologi belum mampu menentukan secara pasti kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih fokus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dibandingkan merasa khawatir berlebihan. Pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa dinilai menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko.

Secara geografis, jalur Sesar Kendeng membentang sekitar 300 kilometer di bagian utara Pulau Jawa, mulai dari wilayah selatan Semarang, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Jalur ini melintasi sejumlah daerah, seperti Salatiga, Grobogan, Blora, Madiun, Nganjuk, Jombang, Bojonegoro, Lamongan, Mojokerto, Sidoarjo, hingga Kota Surabaya.

Sesar Kendeng sendiri terbagi dalam enam segmen utama, yakni Segmen Demak, Purwodadi, Cepu, Blumbang (Lamongan), Surabaya, dan Waru. Keberadaan jalur patahan aktif tersebut membuat pemantauan aktivitas seismik terus dilakukan guna mendukung upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah yang dilalui.