Isu Operasi Zebra Pekalongan 15-22 Juni Beredar Luar, Polantas Pastikan Hoax
Admin WGM - Tuesday, 16 June 2026 | 01:49 PM


Masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial terkait pelaksanaan Operasi Zebra. Belakangan ini, jagat maya dihebohkan dengan pesan berantai dan unggahan dalam akun TikTok @bangateng_ yang menyebutkan bahwa Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pekalongan Kota akan menggelar Operasi Zebra serentak pada tanggal 15 hingga 22 Juni 2026.
"Tak kasih info operasi zebra Kot/Kab Pekalongan 2026 (dikasih info operasi zebra Kota atau Kabupaten Pekalongan), patuhi dan lengkapi surat berkendara anda," tulis takarir akun @bangateng_ dalam unggahan Tiktik (14/6/2026).
Dalam unggahan tersebut pemilik akun turut menyampaikan bahwa operasi zebra akan berlangsung pada tanggal 15 hingga 22 juni di sejumlah titik yang tertera dan berkisar pada pukul 08.00 - 09.00 WIB. Informasi demikian menuai keresahan masyarakat terkait dengan simpang siurnya kebenaran.
"Ditanyain mulai kapan nggak mau jawab yang bikin vt (video TikTok)," tulis akun @itsbee, Selasa (16/6/2026).
Menanggapi keresahan warga, pihak Kepolisian Lalu Lintas (Polantas) Polres Pekalongan Kota langsung memberikan klarifikasi tegas. Pihak kepolisian menyatakan bahwa kabar yang beredar luas di grup WhatsApp dan platform media sosial tersebut adalah berita bohong atau hoax.
"Dipastikan itu Hoax," ungkap Polantas Pekalongan Kota saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (15/6/2026).
Kasat Lantas Polres Pekalongan Kota menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada instruksi maupun jadwal resmi mengenai pelaksanaan Operasi Zebra di pertengahan bulan Juni. Menurutnya, Operasi Zebra secara nasional biasanya memiliki kalender kamtibmas tersendiri yang diagendakan di waktu berbeda, bukan pada bulan Juni ini. Pihak kepolisian menyayangkan adanya pihak tidak bertanggung jawab yang menyebarkan informasi palsu hingga memicu kepanikan di kalangan pengendara.
Meskipun kabar operasi tersebut dipastikan palsu, Polantas tetap mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban umum dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas saat berkendara. Petugas menegaskan bahwa penindakan terhadap pelanggar kasat mata seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, atau menggunakan knalpot brong tetap dilakukan setiap hari melalui patroli rutin dan sistem ETLE (tilang elektronik), tanpa harus menunggu momen operasi khusus.
Masyarakat Pekalongan diminta untuk lebih bijak dan menyaring setiap informasi yang diterima sebelum membagikannya kembali. Untuk memastikan kebenaran info seputar lalu lintas, warga dapat memantau langsung akun media sosial resmi milik Satlantas Polres Pekalongan Kota.
Next News

Bukan Sekadar Minuman, Mengenal Filosofi dan Etiket Minum 'Gahwa' Kopi Tradisional Arab
in 7 hours

Banyak Makanan MBG Tak Habis Dikonsumsi, Wabup Batang Soroti Kesesuaian Menu dengan Selera Penerima
in 5 hours

Mahasiswa USU Gelar Aksi di DPRD Sumut, Soroti BBM, Transparansi Anggaran hingga Lapangan Kerja
in 5 hours

Pria Bawa Dua Pisau Dapur di Kawasan Mantos Manado Diamankan Polisi
in 4 hours

Diskusi Pancasila di UGM Diwarnai Aksi Protes Mahasiswa, Acara Sempat Terhenti
in 4 hours

DPR Minta Mendikdasmen Selidiki Pengunduran Diri Ratusan Kepala Sekolah Terkait Dana BOS
in 2 hours

Wali Murid dan Sekolah di Magelang Mengaku Lebih Tenang Usai Operasional Dapur MBG Terhenti
in 2 hours

Trump Beri Kritik Keras ke Netanyahu Usai Israel Nyaris Gagalkan Damai AS-Iran
in 3 hours

Polresta Banyumas Ungkap Motif Pembunuhan Dua Wanita, Pelaku Incar Harta Korban
in 2 hours

Temui Demonstran Mahasiswa, Wapres Gibran: Saya Sadar Masih Banyak Minus-Minusnya
in an hour





