Trump Beri Kritik Keras ke Netanyahu Usai Israel Nyaris Gagalkan Damai AS-Iran
Admin WGM - Tuesday, 16 June 2026 | 12:31 PM


Hubungan diplomatik tingkat tinggi internasional mencatat sejarah baru setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran secara resmi sepakat untuk mengakhiri perang melalui sebuah kesepakatan damai strategis. Namun, di balik keberhasilan diplomasi ini, terungkap fakta bahwa kesepakatan tersebut nyaris gagal total akibat tindakan militer sepihak yang dilancarkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Kabar mengenai tercapainya kesepakatan damai ini pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan selaku mediator, Shehbaz Sharif, pada Senin (15/6). Pengumuman tersebut segera dikonfirmasi oleh Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa nota kesepahaman antara Washington dan Teheran telah selesai dan direncanakan bakal ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6) mendatang. Sebagai dampak langsung dari kesepakatan tersebut, Trump menginstruksikan pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade laut angkatan laut Amerika Serikat guna melancarkan kembali suplai minyak dunia.
Kendati demikian, proses negosiasi damai ini sempat berada di ambang kegagalan. Dalam wawancara eksklusif bersama media internasional, Donald Trump mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka terhadap Benjamin Netanyahu. Trump menyebut pemimpin Israel tersebut sebagai sosok yang sangat sulit diajak bekerja sama. Hal ini dipicu oleh aksi militer Israel yang melancarkan serangan udara ke wilayah pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Minggu (14/6) pagi, tepat di saat AS dan Iran sedang mematangkan poin-poin akhir perjanjian damai. Serangan yang melanggar gencatan senjata tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang dan mencederai belasan warga sipil lainnya.
Menurut otoritas Washington, tindakan provokatif Israel seharusnya tidak terjadi di tengah momentum krusial penandatanganan damai. Trump menegaskan bahwa pemerintah Israel sepatutnya berterima kasih kepada langkah diplomasi AS yang dinilai telah menyelamatkan negara sekutunya tersebut dari potensi ancaman pemusnahan massal. Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan komitmen negaranya terhadap kesepakatan damai ini, seraya menyebut pengakhiran konfrontasi militer di semua lini serta pembukaan blokade ekonomi di Selat Hormuz sebagai bentuk keberhasilan besar pertahanan nasional mereka.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
13 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
13 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
6 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
6 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
9 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





