Sulawesi Utara Diguncang Gempa Beruntun Hari Ini, Boltim hingga Sangihe Bergetar!
Admin WGM - Sunday, 07 June 2026 | 09:00 AM


Aktivitas tektonik dilaporkan mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Utara dan sekitarnya pada hari Minggu, 7 Juni 2026. Berdasarkan rilis data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta laporan pihak berwenang, terjadi dua rentetan gempa bumi dengan magnitudo yang cukup besar dalam waktu yang relatif berdekatan, yang berpusat di beberapa titik perairan luar wilayah Sulawesi Utara.
Guncangan gempa bumi yang pertama dan berkekuatan paling besar dilaporkan terjadi di wilayah Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Menurut laporan data telemeteri yang dihimpun oleh BMKG, peristiwa alam tersebut tercatat memiliki kekuatan kekuatan gempa sebesar Magnitudo 5,7 (M 5,7). Gempa tektonik ini terjadi pada dini hari sekitar pukul 01.59.24 WIB (atau pukul 02.59.24 WITA waktu setempat).
Lokasi episentrum gempa Magnitudo 5,7 tersebut secara spesifik berada di wilayah perairan dekat kawasan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Berdasarkan analisis parameter BMKG, titik koordinat gempa bumi tektonik ini berada di zona laut dalam, namun energinya cukup kuat untuk merambat dan dirasakan oleh masyarakat yang bermukim di sepanjang wilayah pesisir pantai timur daerah Sulawesi Utara tersebut.
Selain guncangan yang berpusat di dekat wilayah daratan utama Boltim dan Tutuyan, getaran gempa bumi lainnya juga dilaporkan terdeteksi melanda kawasan kepulauan di bagian utara provinsi tersebut. Kali ini, gempa bumi berkekuatan tektonik Magnitudo 5,0 (M 5,0) dilaporkan secara resmi oleh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Tribratanews dan dikonfirmasi melanda wilayah perairan di dekat kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Hingga saat ini, pihak BMKG terus melakukan pemantauan ketat serta analisis berkelanjutan pascaterjadinya rentetan dua gempa bumi signifikan di perairan Sulawesi Utara tersebut. Petugas mengimbau kepada masyarakat di daerah terdampak, khususnya di kawasan Bolaang Mongondow Timur, Tutuyan, serta Kepulauan Sangihe, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai potensi bencana susulan.
Pihak berwenang bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga terus melakukan koordinasi dan pendataan di lapangan guna memantau ada atau tidaknya dampak kerusakan infrastruktur bangunan maupun korban luka akibat dari guncangan gempa beruntun ini. Masyarakat juga senantiasa diingatkan untuk terus memperbarui informasi resmi mengenai parameter gempa bumi melalui kanal-kanal digital resmi milik BMKG dan mengabaikan informasi hoaks demi menjaga kondusivitas di lingkungan sekitar lokasi terdampak.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in an hour

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in an hour

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in an hour

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
13 minutes ago

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
2 hours ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
3 hours ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
3 hours ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
a day ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
a day ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





