Indonesia Berupaya Kurangi Ketergantungan Trafik Internet pada Singapura
Admin WGM - Wednesday, 17 June 2026 | 12:00 PM


Pemerintah Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan konektivitas internet yang selama ini masih banyak bergantung pada Singapura. Saat ini, sebagian besar lalu lintas data internet nasional masih melewati negara tersebut sebelum terhubung ke jaringan global.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Denny Setiawan, mengungkapkan sekitar 90 persen trafik internet Indonesia masih terhubung melalui Singapura. Kondisi ini terjadi karena Singapura telah berkembang menjadi pusat digital utama di kawasan Asia Tenggara sekaligus menjadi titik penting berbagai jaringan kabel bawah laut internasional.
Data dari platform infrastruktur kabel bawah laut independen GeoCables menunjukkan Indonesia memiliki 72 jaringan kabel bawah laut yang terdiri atas 42 kabel domestik dan 30 kabel internasional. Seluruh jaringan tersebut memiliki keterhubungan dengan Singapura, sehingga menjadikan negara tersebut sebagai gerbang utama lalu lintas data Indonesia.
Menurut Denny, Indonesia perlu memperluas jalur konektivitas digital agar tidak bergantung pada satu koridor utama. Diversifikasi infrastruktur dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan yang dapat muncul akibat terlalu terpusatnya lalu lintas data pada satu wilayah.
Selain itu, sebagai salah satu pusat ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia membutuhkan konektivitas yang kuat dan merata untuk menjangkau seluruh wilayah nusantara. Karena itu, pembangunan jaringan kabel bawah laut maupun kabel darat perlu terus ditingkatkan di berbagai pulau.
Di sisi lain, Asisten Profesor dan Koordinator Program Keamanan Siber Monash University, Muhammad Erza Aminanto, menilai ketergantungan Indonesia terhadap Singapura memang sulit dihindari. Faktor geografis serta posisi Singapura sebagai pusat internet global membuat banyak perusahaan memilih menghubungkan jaringan mereka ke negara tersebut.
Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan adanya risiko dari ketergantungan yang terlalu besar. Selain potensi masalah keamanan data, gangguan akibat bencana alam maupun kecelakaan yang merusak kabel bawah laut juga dapat memengaruhi konektivitas internet di Indonesia.
Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif Angga, menjelaskan kerusakan pada kabel bawah laut dapat berdampak langsung terhadap kualitas dan stabilitas layanan internet nasional. Oleh karena itu, keberadaan jalur alternatif menjadi semakin penting untuk menjaga keandalan jaringan.
Namun, upaya mengurangi ketergantungan terhadap Singapura bukan perkara mudah. Selain membutuhkan investasi yang sangat besar, pembangunan infrastruktur digital di negara kepulauan seperti Indonesia juga menghadapi tantangan teknis yang kompleks.
Arif menambahkan bahwa hanya sedikit perusahaan yang memiliki kemampuan dan minat untuk membangun jaringan kabel bawah laut baru. Tingginya biaya investasi serta kebutuhan teknologi dan keahlian khusus membuat sektor ini masih didominasi oleh segelintir pelaku industri.
Meskipun demikian, penguatan dan diversifikasi infrastruktur digital tetap menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kemandirian jaringan internet sekaligus memperkuat ketahanan konektivitas nasional di masa depan.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
3 hours ago

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
3 hours ago

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
3 hours ago

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
4 hours ago

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
6 hours ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
6 hours ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
7 hours ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
a day ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
a day ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





