Selat Hormuz Tiba-Tiba Ditutup! Konflik Israel–Lebanon Diduga Jadi Pemicu
Admin WGM - Sunday, 21 June 2026 | 01:54 PM


Selat Hormuz dilaporkan kembali ditutup oleh Iran pada Sabtu malam (20/6) di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Keputusan ini muncul setelah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon kembali memanas, yang sebelumnya sempat mereda akibat upaya gencatan senjata dari pihak internasional.
Penutupan jalur strategis tersebut disebut dilakukan oleh otoritas militer Iran sebagai bentuk respons terhadap serangan udara Israel yang masih dilaporkan berlangsung di wilayah Lebanon selatan. Iran menilai tindakan tersebut telah melanggar kesepakatan de-eskalasi yang sebelumnya diupayakan untuk meredakan konflik di kawasan tersebut. Situasi ini kemudian mendorong langkah tegas yang berdampak pada salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai titik penting distribusi energi global, karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia diketahui melewati kawasan ini setiap harinya. Oleh karena itu, setiap gangguan yang terjadi di Selat Hormuz hampir selalu menimbulkan kekhawatiran serius di pasar global, terutama terkait stabilitas harga energi dan keamanan rantai pasok.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun Amerika Serikat terkait laporan penutupan tersebut. Namun, sejumlah sumber maritim menyebutkan bahwa aktivitas kapal komersial di kawasan itu masih berlangsung, meskipun berada dalam pengawasan ketat dan peningkatan protokol keamanan.
Di sisi lain, situasi di Lebanon selatan dilaporkan masih belum stabil. Beberapa laporan menyebutkan bahwa bentrokan dan serangan balasan masih terjadi secara sporadis, memperburuk kondisi keamanan di wilayah perbatasan. Hal ini membuat situasi regional semakin kompleks, dengan potensi meluasnya konflik yang melibatkan lebih banyak pihak.
Penutupan Selat Hormuz ini menambah daftar panjang ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum menemukan titik terang. Para pengamat menilai bahwa jika situasi terus berkembang tanpa adanya langkah diplomasi yang efektif, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan, tetapi juga dapat mengguncang pasar energi global secara signifikan.
Hingga kini, dunia internasional masih memantau perkembangan situasi dengan cermat, sambil menyerukan agar semua pihak menahan diri dan kembali ke meja perundingan demi mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan tersebut.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 2 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 2 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 2 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 34 minutes

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
an hour ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
2 hours ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
2 hours ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
21 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
a day ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





