Niat Minta Bantuan Pengobatan Anak, Dugaan Kekerasan oleh Ibu Tiri Terungkap di Batam
Admin WGM - Sunday, 21 June 2026 | 03:23 PM


Kasus penganiayaan seorang anak laki-laki berinisial A (9) di kawasan Marina, Batam, berhasil terungkap usai seorang anggota Komando (Komunitas Driver Andalan) Batam meminta bantuan untuk biaya pengobatan anaknya. Namun, kejanggalan terdeteksi dengan adanya luka yang terlihat tidak wajar pada Jumat malam (19/6/2026).
Kecurigaan tersebut langsung didalami dengan menyambangi secara langsung rumah korban guna menggali informasi lebih lanjut. Ketua Umum Komando Batam, Feryandi Tarigan, menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan anggotanya tidak mudah mengingat banyaknya bantahan dari pihak keluarga.
"Jadi, bapaknya merupakan anggota kami. Dia kirim pesan minta bantuan untuk makan. Katanya anaknya jatuh di dekat kamar mandi. Namun, waktu saya lihat fotonya, kok bisa sampai bengkak seperti itu? Kami mulai curiga karena lukanya cukup parah," ungkap Feryandi, dilansir dari laman detik.com, Sabtu (20/6/2026).
Saat dilakukan pemeriksaan awal secara langsung oleh warga, ditemukan fakta mengejutkan bahwa kondisi fisik bocah berumur sembilan tahun tersebut berada dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Tubuh korban mengalami penyusutan berat badan yang drastis sehingga tampak sangat kurus.
"Setelah kami melihat kondisi lukanya, kami merasa ada yang janggal. Karena itu, saya memerintahkan satgas untuk turun langsung ke rumah dan mencari tahu kondisi sebenarnya," ungkap Feryandi.
Selain itu, ditemukan pula tanda-tanda traumatis akibat kekerasan fisik berupa luka-luka lebam yang tersebar di area wajah, disertai dengan kondisi kedua belah kelopak mata yang membiru gelap akibat hantaman benda tumpul.
Menyadari adanya indikasi kuat mengenai tindak pidana penganiayaan anak, pengurus komunitas segera mengambil tindakan penyelamatan dan memisahkan korban dari penguasaan orang tuanya. Setelah itu, korban diajak untuk berdialog terkait dengan peristiwa yang telah dialaminya dan mengaku mendapatkan tindak kekerasan dari ibu sambungnya.
"Anaknya bilang dipukul mama. Dari situ kecurigaan kami semakin kuat. Apalagi kami mendapat informasi bahwa ibu sambungnya sudah membeli tiket kapal untuk pergi dari Batam," ungkap Feryandi lebih lanjut, Sabtu (20/6/2026).
Kepala Kepolisian Sektor Batuaji, Ajun Komisaris Polisi Bayu Rizki Subagyo, membenarkan adanya pelimpahan berkas serta penanganan perkara tersebut. Saat ini kasus tengah masuk dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi, serta pengejaran terhadap terduga pelaku yang kini sepenuhnya dialihkan ke Kepolisian Sektor Sagulung sesuai dengan locus delicti perkara.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
15 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
15 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
8 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
8 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
11 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





