Bongkar Mahar Politik Jumbo, Mantan Waketum Ahmad Ali Resmi Keluar dari NasDem Gaya Konsetlasi & Dinamika Parpol:
Admin WGM - Sunday, 21 June 2026 | 10:30 AM


Dinamika politik tanah air menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2026 kian memanas pasca-keputusan mengejutkan dari politisi senior, Ahmad Ali. Mantan Wakil Ketua Umum Partai NasDem tersebut secara resmi menyatakan keluar dari partai yang telah membesarkan namanya. Langkah migrasi politik ini menjadi sorotan tajam publik lantaran Ahmad Ali secara terbuka membongkar praktik mahar politik bernilai jumbo di dalam internal partai sebagai alasan utama di balik keputusannya untuk hengkang dan beralih ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Keputusan pengunduran diri ini dipicu oleh kekecewaan mendalam Ahmad Ali terhadap mekanisme internal pengusungan calon kepala daerah. Ia mengonfirmasi bahwa tuntutan mahar politik yang sangat besar dalam penentuan rekomendasi pencalonan telah mencederai prinsip demokrasi dan profesionalitas partai. Kondisi tersebut dinilai sudah tidak sejalan lagi dengan visi politik tanpa mahar yang selama ini digaungkan di ruang publik. Hal inilah yang mendasari keputusannya untuk mencari wadah perjuangan politik baru yang dianggapnya lebih transparan dan akuntabel.
Pasca-keluar dari Partai NasDem, Ahmad Ali langsung melabuhkan pilihan politiknya ke PSI. Momentum perpindahan ini bertepatan dengan masifnya pergerakan politik di tingkat akar rumput, termasuk agenda blusukan yang dilakukan oleh mantan Presiden Joko Widodo bersama jajaran pengurus PSI di berbagai daerah. Kehadiran tokoh nasional tersebut dinilai memberikan suntikan elektoral yang signifikan serta memperkuat posisi tawar PSI dalam memikat figur-figur politik potensial untuk memperkuat mesin partai menghadapi kontestasi wilayah.
Langkah berani Ahmad Ali dalam membongkar praktik mahar politik ini memicu diskusi luas mengenai urgensi reformasi tata kelola partai politik di Indonesia. Para pengamat politik menilai bahwa keberanian mengungkap biaya politik selubung ini dapat menjadi momentum penting bagi penegakan integritas pemilu. Sementara itu, bergabungnya Ahmad Ali ke PSI diproyeksikan akan mengubah peta koalisi dan konstelasi politik di sejumlah daerah strategis, mengingat sang politisi memiliki basis massa dan jaringan yang cukup kuat di tingkat nasional.
Next News

Pria Diduga Pencuri Tutup Hidran di Batam Ditangkap, Polisi Amankan Penadah
in 5 hours

Jawa Tengah Dinilai Berpeluang Jadi Pusat Investasi dan Logistik Berkelas Dunia
in 4 hours

Dilema Ojol Jakarta: Motor Diangkut Dishub Saat Ditinggal Ambil Pesanan Pelanggan
in 6 hours

Wajib Tahu! Pencairan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan di Atas Rp50 Juta Kena Potongan Pajak Final
in 5 hours

Tepis Isu Matahari Kembar, Jokowi Minta Relawan dan PSI Kawal Duet Prabowo-Gibran Dua Periode
in 3 hours

Pecah Kebuntuan dengan Iran, Wapres AS J.D. Vance Terbang ke Swiss Kawal Perundingan Damai
in 2 hours

Fenomena Pemadaman Listrik Bergilir Resahkan Warga, Waka MPR Desak PLN Benahi Infrastruktur
15 hours ago

Gelar Aksi di Kantor DPRD Sementara, Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Suarakan Isu Lokal dan Nasional
15 hours ago

Zona Merah Lahan Hijau Pekalongan Terancam Proyek PSEL, Wali Kota Pekalongan Soroti Darurat Sampah
16 hours ago

Motor Diangkut Dishub Saat Ambil Pesanan, Driver Ojol Menangis dan Mohon Kendaraannya Dikembalikan
16 hours ago





