Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Masuk Sekolah, Ketua Komisi X DPR Ingatkan Kesiapan Kemendikdasmen
Admin WGM - Friday, 29 May 2026 | 04:43 PM


Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan agar seluruh tingkatan sekolah di Indonesia menerapkan pembelajaran bahasa Prancis. Kebijakan ini disampaikan langsung melalui pernyataan dalam Upacara Penyambutan Resmi Kenegaraan di Istana Élysée, Paris, pada Kamis malam (28/5/2026).
Di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama di sektor sains, teknologi, dan pendidikan. Acara kenegaraan ini turut memboyong sejumlah delegasi RI seperti Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Mendikti Saintek Brian Yuliarto, Seskab Teddy Indra Wijaya, serta Dubes RI untuk Prancis M. Oemar.
"Saya sudah instruksikan agar semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," ungkap Prabowo dilansir dari laman YouTube Sekretariat Presiden, Kamis sore (28/5/2026).
Kunjungan kenegaraan ini merupakan lawatan ketiga Prabowo ke Prancis sepanjang tahun 2026. Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua kepala negara membahas berbagai isu krusial dan penguatan kemitraan strategis yang komprehensif, meliputi bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, serta pelaksanaan perjanjian Indonesia-Uni Eropa.
"Karena itu kami sangat gembira bahwa kita sekarang sudah punya comprehensive strategic partnership, dan kita tentunya akan lihat dalam saat mendatang, kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang, dan lebih berdampak," ungkap Prabowo dilansir dari laman detikEdu.
Menyikapi kebijakan tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melakukan peninjauan secara rinci. Menurutnya, pembelajaran bahasa Prancis di Indonesia dapat diterapkan secara bertahap atau menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah tertentu jika secara kesiapan belum dilakukan menyeluruh.
"Kami memandang penguatan kemampuan bahasa asing memang penting," ungkap Lalu dilansir dari laman Inilah, Jumat (29/5/2026).
Penerapan kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional, kesiapan tenaga pendidik, kurikulum, dan manfaat nyata bagi peserta didik.
"Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan," lanjutnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo meyakini bahwa melalui perluasan pengajaran bahasa Prancis di ranah domestik, pemerintah Indonesia berharap dapat melahirkan generasi muda yang lebih kompetitif dan siap berkolaborasi dalam kancah internasional. Selain itu, RI menyambut baik pembentukan France-Indonesia High Level Business Council guna memacu investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Next News

Kronologi Satu Keluarga Meninggal di Tenda Wisata Temanggung, Diduga Akibat Hirup Karbon Monoksida
6 hours ago

Diperingati Setiap 29 Mei, Ini Catatan Penting Mengenai Hak Kemandirian Lansia
an hour ago

Jelang PPDB 2026, Kantor Dukcapil dan MPP Depok Diserbu Warga untuk Aktivasi IKD
2 hours ago

Libur Iduladha Usai, Layanan SIM dan BPKB Polda Metro Jaya Kembali Dibuka!
5 hours ago

Kena PHK Massal di Konut, Eks Karyawan PT Hillcon Tuntut Pesangon dan THR yang Belum Cair
6 hours ago

Geger! Lansia WN Korsel Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dalam Rumah di Bekasi
7 hours ago

Kemenag Sesalkan Pembubaran Ibadah di Bantul, Dorong Kasus Dibawa ke Ranah Hukum
9 hours ago

Banjir dan Longsor Terjang 2 Kabupaten di Gorontalo, 1 Warga Hanyut Terseret Arus
10 hours ago

Terungkap! Pembunuhan Bocah SD di Makassar Terbongkar Gegara Tingkah Aneh Pelaku saat Olah TKP
21 hours ago

Viral Kasus Selebgram Woodyrman Aniaya Warga Brunei hingga Tewas di Blok M, Ini Kronologinya!
a day ago





