Bentrokan di Menteng, Pemprov DKI dan KemenHAM Minta Publik Tak Bawa Isu SARA
Trista - Tuesday, 28 July 2026 | 01:33 PM


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jakarta meminta publik tidak mengaitkan bentrokan maut di kawasan Menteng dengan isu suku, agama, ras, maupun antargolongan. Imbauan tersebut disampaikan guna mencegah eskalasi konflik serta menjaga stabilitas keamanan Ibu Kota yang selama ini dikenal sangat kondusif.
"Kami minta bentrokan yang terjadi tidak mengaitkan ras, suku, atau agama tertentu," ungkap Mikael Azedo Harwito, Kepala Kanwil KemenHAM DKI Jakarta, dilansir dari laman detikNews, Selasa (28/7/2026).
Mikael Azedo turut mendesak masyarakat agar menghentikan penyebaran informasi provokatif yang belum terverifikasi kebenarannya di media sosial. Mikael mendorong proses hukum terhadap para pelaku dilakukan secara transparan, profesional, akuntabel, dan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia.
"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta memberikan kepercayaan penuh kepada kepolisian dalam mengusut tuntas peristiwa ini. Mari kita jaga keamanan, kedamaian, dan persatuan dalam tetap menghormati hukum serta nilai-nilai hak asasi manusia," lanjut Mikael.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta merupakan kota heterogen yang senantiasa terbuka dan merawat nilai-nilai keberagaman seluruh warga. Ia meminta semua elemen masyarakat untuk menahan diri, mengedepankan kepala dingin, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu etnisitas pascainsiden tersebut.
"Jakarta ini adalah kota yang sangat terbuka. Keanekaragaman di Jakarta itu selama ini terjaga dengan baik. Sehingga saya betul-betul tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta karena Jakarta sudah aman, nyaman, dan tenteram," ungkap Pramono di Balai Kota Jakarta.
Peristiwa bentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, berawal dari persoalan kebisingan suara knalpot sepeda motor. Teguran warga atas kebisingan tersebut memicu emosi sekelompok pemuda yang berujung pada pengrusakan gerobak pedagang hingga memicu bentrok susulan yang memakan korban jiwa.
Menanggapi kasus tersebut, penyidik Polda Metro Jaya bertindak cepat dengan menetapkan sebanyak tujuh orang tersangka yang terlibat dalam peristiwa perusakan maupun penganiayaan. Polda Metro Jaya memfasilitasi agenda mediasi yang mempertemukan pihak perwakilan warga lokal dengan pihak keluarga korban tewas. Pertemuan silaturahmi tersebut menghasilkan kesepakatan damai antara kedua belah pihak demi menjaga kerukunan serta ketenteraman warga di lingkungan permukiman setempat.
Perwakilan keluarga korban, Dami Renjaan, menyampaikan penyesalan mendalam atas musibah yang menimpa kerabatnya, namun menyatakan telah ikhlas serta menyetujui ikrar perdamaian. Ia mengimbau seluruh sanak keluarga di mana pun berada untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
Next News

Perangkat Desa Kalipancur Ditemukan Meninggal di Sawah, Polisi Temukan Celurit Tanpa Mata Pisau di TKP
in 7 hours

Misteri 'Uang Panas' di Rumah Dinas: KPK Telusuri Aliran Duit yang Disita dari Plt Gubernur Riau
in 5 hours

Gebrakan Perdana BGN: 261 Pegawai Dipecat Massal, 833 Dapur MBG Langsung 'Digembok' Permanen
in 5 hours

Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Negosiasi Gagal, Tepis Isu Amunisi AS Menipis
in 5 hours

Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Negosiasi Gagal, Tepis Isu Amunisi AS Menipis
in 4 hours

Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah dan Tragedi Main Hakim Sendiri di Bali
in 3 hours

Oknum Satresnarkoba Polres Tangsel Tersangka Kasus Etomidate, Kasat Diperiksa Propam
in 2 hours

Terlibat Peredaran Gelap Narkoba, Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim
17 hours ago

Dituduh Maling Ayam Berujung Ajal: Ironi Aksi Brutal Warga di Tengah Pudarnya Rasa Kemanusiaan
18 hours ago

Satu Kesempatan Emas! BPS dan Bima Arya Ingatkan Pentingnya Kesiapan Hadapi Bonus Demografi
17 hours ago





