Selasa, 28 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah dan Tragedi Main Hakim Sendiri di Bali

Admin WGM - Tuesday, 28 July 2026 | 11:33 AM

Background
Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah dan Tragedi Main Hakim Sendiri di Bali
Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (kompas.com/)

Aksi brutal warga kembali terjadi akibat tuduhan sepele. Seorang pria di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas tragis setelah dihakimi massa karena dituduh mencuri seekor ayam. Peristiwa naos ini menyoroti fenomena pudar dan lunturnya rasa kemanusiaan serta keadilan sosial di tengah masyarakat.

Berdasarkan laporan, korban dikeroyok secara spontan oleh warga yang tersulut emosi tanpa adanya proses pembuktian atau konfirmasi terlebih dahulu. Aksi main hakim sendiri ini berujung fatal hingga korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian. Pihak kepolisian setempat kini tengah berupaya keras mengusut tuntas para pelaku pengeroyokan tersebut dan mengimbau masyarakat agar tidak bertindak melampaui hukum. Kasus ini menjadi cerminan kelam ironi penegakan hukum independen yang makin tergerus oleh aksi kekerasan kelompok.

Baca selengkapnya : Resmi Ditahan di Rutan KPK, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot Karena Tak Diborgol

Sementara itu, dari penegakan hukum nasional, Kejaksaan Agung (Kejagung) terus bergulir memproses penanganan kasus hukum penting. Tim 9 Kejagung dilaporkan telah memeriksa tiga orang saksi guna mendalami kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret nama Febrie Adriansyah.

Baca selengkapnya : Bagaikan Film Aksi! Pengejaran Maling Gas Melon Antar-Wilayah Berujung Lolosnya Pelaku

Pemeriksaan saksi-saksi tersebut dilakukan secara intensif oleh penyidik untuk mengumpulkan alat bukti, melengkapi berkas perkara, serta menelusuri aliran dana yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan tersebut. Kejagung menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara transparan dan akuntabel sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.Kedua peristiwa ini menunjukkan dua sisi dinamika hukum di Indonesia: di satu sisi, maraknya aksi kekerasan hukum jalanan di tingkat akar rumput akibat runtuhnya kebiasaan tabayun, dan di sisi lain, upaya penegakan hukum formal terhadap dugaan kasus korupsi dan pencucian uang di tingkat pejabat publik. Kasus kekerasan massa di Bandung serta penyidikan TPPU oleh Kejagung kini menjadi sorotan publik yang luas.