Dipicu Bunyi Klakson Usai Karnaval, Polisi Kantongi Identitas Pengeroyok Pedagang Sosis di Buaran
Azizatul Khifdiyah - Tuesday, 15 September 2026 | 10:57 AM


Satuan Reserse Kriminal Polres Pekalongan Kota bergerak cepat mengusut kasus kekerasan yang menimpa dua orang pedagang sosis asal Purbalingga. Aksi pengeroyokan tersebut terjadi seusai gelaran Simbang Kulon Night Carnival 2026 di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Polisi mengonfirmasi telah berhasil mengantongi identitas para terduga pelaku setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif.
Kepastian tersebut didapat seusai aparat melakukan pemeriksaan terhadap korban maupun sejumlah saksi di tempat kejadian perkara. Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Setiyanto memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus hukum ini pada Senin, 14 September 2026. Pihaknya menegaskan bahwa proses pengumpulan data dan keterangan dari lapangan telah berjalan secara terukur.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk saksi korban maupun saksi yang melihat pada saat di TKP," kata Setiyanto, Senin (14/9/2026).
Pemeriksaan saksi-saksi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan langkah penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas pengeroyokan itu. Dari hasil penelusuran tim di lapangan, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi dua orang terduga pelaku utama. Kepolisian kini bersiap mengambil langkah tegas berupa penangkapan terhadap para terduga pelaku dalam waktu dekat.
"Telah kami lakukan serangkaian penyelidikan yang mana para terduga pelaku sudah kami ketahui sehingga dalam waktu dekat akan kami lakukan upaya paksa terhadap para terduga pelaku tersebut. Untuk para terduga pelaku sudah kami identifikasi," ujarnnya.
Sesuai dengan prosedur penyidikan yang berlaku, pemanggilan terduga pelaku baru dilayangkan setelah pemenuhan syarat minimal alat bukti terpenuhi. Penyidik saat ini berfokus melengkapi bukti-bukti pendukung guna memperkuat penanganan kasus tindak pidana pengeroyokan ini. Langkah hukum penangkapan dipastikan bakal segera direalisasikan begitu bukti-bukti teknis dianggap mencukupi oleh tim penyidik.
"Secepatnya kami panggil setelah kami dapatkan dua alat bukti," tegasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, insiden pengeroyokan bermula dari masalah ketersinggungan akibat bunyi klakson di jalanan. Korban membunyikan klakson sepeda motor saat hendak pulang karena arus lalu lintas yang sangat padat dipenuhi warga. Bunyi klakson tersebut rupanya memicu emosi pengguna jalan lain hingga akhirnya berujung pada aksi kekerasan secara bersama-sama.
"Untuk kronologi kejadian tersebut, terjadi kesalahpahaman yang mana pada saat itu salah satu korban ini pada saat mau pulang karena arus padat ia membunyikan klakson sehingga terjadi ketersinggungan dari para pemakai jalan yang lain, sehingga terjadi pengeroyokan," jelas Setiyanto.
Next News

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
9 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
12 hours ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
15 hours ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
a day ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
a day ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
2 days ago

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Batalkan Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
2 days ago

Operasi Patuh Candi 2026 di Pekalongan Hadirkan Sosialisasi Humanis dan Program Bebas Denda Pajak Kendaraan
3 days ago

Pembobolan Hot Wallet Binance Senilai Rp114 Triliun Libatkan Peretas Korea Utara
3 days ago

