Minggu, 13 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Dihantam Ombak 2,5 Meter di Muara Pelabuhan Pekalongan, Perahu Jukung Pecah Menewaskan Satu Nelayan

Azizatul Khifdiyah - Sunday, 13 September 2026 | 11:25 AM

Background
Dihantam Ombak 2,5 Meter di Muara Pelabuhan Pekalongan, Perahu Jukung Pecah Menewaskan Satu Nelayan
Perahu jukung hancur diterjang ombak 2,5 meter di Muara Pelabuhan Pekalongan, Sabtu (12/9/2026). Satu nelayan tewas dan satu luka-luka akibat cuaca buruk. (mediapekalongan.com/)

​Kecelakaan laut menimpa sebuah perahu jukung di Muara Pelabuhan Pekalongan pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, perahu yang ditumpangi dua nelayan tersebut pecah dan karam setelah digulung ombak besar lalu menabrak tumpukan batu besar di muara. Insiden tragis ini mengakibatkan satu nelayan tewas dan satu nelayan lainnya mengalami luka-luka.

​Identitas korban meninggal dunia diketahui bernama Muhayat (56), warga Jalan Kusuma Bangsa Gang Makam Beji RT 02 RW 02, Panjang Baru, Pekalongan Utara. Sementara itu, korban selamat bernama Budi Riyanto (50), warga Boyongsari RT 05 RW 06, Panjang Baru, Pekalongan Utara, yang langsung dievakuasi ke RS Budi Rahayu Pekalongan. Peristiwa bermula saat kedua korban bersama empat perahu nelayan lainnya berangkat melaut dari Muara Pelabuhan Pekalongan pada pukul 17.00 WIB untuk menjaring ikan.

​Kondisi cuaca saat rombongan nelayan berangkat awalnya terpantau sangat baik dan mendukung aktivitas pelayaran. Namun, ketika rombongan berlayar hingga ke wilayah Mbanyon Batang kurang dari 1 mil pada pukul 21.00 WIB, cuaca mendadak berubah ekstrem. Ombak besar yang disertai angin kencang memaksa kelima perahu mengambil keputusan untuk segera balik arah menuju Muara Pelabuhan Pekalongan.

​Nahas, setibanya di muara pelabuhan, perahu yang ditumpangi Muhayat dan Budi Riyanto justru tergulung ombak setinggi 2,5 meter. Perahu jukung tersebut terhempas hingga pecah serta karam akibat terbentur bebatuan sebelum akhirnya kedua korban tenggelam. Beruntung, empat perahu nelayan lainnya berhasil mendarat dengan selamat tanpa mengalami kendala berarti.

​Korban yang tenggelam sempat ditolong oleh nelayan lain dan dievakuasi bersama petugas Satpolairud di wilayah pelabuhan setempat. Saat berhasil dievakuasi dari perairan, kondisi kedua nelayan tersebut dalam keadaan lemas sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit. Setibanya di ruang IGD, Muhayat dinyatakan telah meninggal dunia, sedangkan Budi Riyanto langsung mendapat perawatan medis akibat luka.

​Kasat Polairud Polres Pekalongan Kota Iptu Ponco Budiarto menjelaskan anggotanya segera bergerak cepat setelah menerima laporan warga.

"Kita langsung mengevakuasi kedua nelayan ke rumah sakit. Namun, sampai di sana, satu nelayan telah meninggal dunia, satu mengalami luka-luka," terang Ponco.

Ia menambahkan kecelakaan dipicu fenomena musim timuran yang memicu gelombang tinggi sehingga para nelayan terpaksa pulang lebih awal.

​Faktor cuaca buruk membuat perahu korban kesulitan saat beralih masuk menuju area muara hingga akhirnya menghantam susunan batu penahan. Penanganan kecelakaan laut ini ditangani secara intensif oleh aparat Satpolairud Polres Pekalongan Kota beserta instansi terkait. Petugas juga terus mengimbau para nelayan lokal agar selalu mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu terjadi di perairan.