Dugaan Pencabulan Santriwati oleh Pengasuh Pesantren di Pati Pemicu Protes Warga Desa Talun
Azizatul Khifdiyah - Wednesday, 09 September 2026 | 11:47 AM


Aksi amarah warga merebak di Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, pada Selasa malam (8/9/2026). Puluhan warga nekat menggeruduk serta menyegel bangunan Pondok Pesantren Al-Hidayah akibat dugaan aksi pencabulan. Massa juga mencoret dinding bangunan pesantren dengan mural tulisan "Kyai Cabul" serta gambar alat kelamin pria.
Aksi penyegelan ini dipicu oleh kemarahan masyarakat atas dugaan pencabulan yang dilakukan pengasuh pesantren berinisial KA (48) terhadap santriwatinya sendiri. Sebelum menyasar area pesantren, massa terlebih dahulu mendatangi kediaman Penjabat (Pj) Kepala Desa Talun Edi Subhan dan Balai Desa setempat. Mereka menuntut pihak pemerintah desa segera menggelar audiensi untuk mengambil sikap tegas terhadap terduga pelaku.
Massa menyampaikan tuntutan yang mencakup pengusutan kasus hingga penutupan lembaga pendidikan keagamaan tersebut. Menanggapi desakan warga, Pemerintah Desa (Pemdes) bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Talun langsung menggelar rapat koordinasi darurat. Langkah ini diambil untuk menyikapi gejolak isu yang telah menyebar luas di media sosial.
Kasi Pemerintahan Desa Talun, Nur Salim, menjelaskan bahwa Pemdes belum menerima laporan resmi secara tertulis hingga Selasa pagi. Namun, Pj Kepala Desa Talun Edi Subhan berinisiatif mengumpulkan jajaran perangkat desa setelah melihat respons media sosial yang begitu ramai pada sore harinya. Pihak desa akhirnya memutuskan bergerak cepat untuk mengakomodasi keresahan warga tersebut.
"Tuntutannya terkait dengan informasi yang berkembang di masyarakat, katanya ada isu penyimpangan (pencabulan). Karena sampai tadi pagi jam kerja kami dari Pemdes tidak ada laporan yang masuk, kami tidak melakukan respons apa-apa. Tetapi setelah sore hari respons media sosial begitu ramai, Pak Pj berinisiatif mengadakan rapat koordinasi," ujar Nur Salim di Balai Desa Talun.
Terduga pelaku KA diketahui menduduki sejumlah posisi strategis di kelembagaan Desa Talun. Posisi tersebut meliputi pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Ketua Koperasi Merah Putih, Ketua RT, pengurus makam, Ketua Lelang Aset Bondo Desa, hingga Ketua Panitia Sedekah Bumi. Pemdes Talun telah mengonfirmasi pengunduran diri KA dari seluruh jabatan kemasyarakatan tersebut melalui pihak keluarganya yang juga perangkat desa.
"Langkah Pemdes untuk sementara sesuai hasil kesepakatan adalah mengonfirmasi terkait kemunduran beliau dari jabatan di pemerintahan desa. Mengenai tuntutan penutupan pesantren, itu bukan ranah Pemdes, tapi kami siap mengakomodir kehendak masyarakat dan nantinya akan berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag)," lanjut Nur Salim.
Next News

Era Baru Bansos: Pemerintah Siapkan Rekening Digital Gratis untuk 50 Juta Penerima!
a day ago

Terkuak! BMKG Beberkan Cuaca Buruk Ekstrem Saat 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau.
a day ago

Ratusan Siswa dan Guru di Pati Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis, Ambulans Berderet di Rumah Sakit
16 hours ago

Ratusan Akun Bansos di Batang Diblokir Gara-Gara Judi Online, 203 Warga Ajukan Sanggahan
16 hours ago

Buronan Kasus Illegal Logging Kalimantan Tengah Latif Alias Bagong Berhasil Ditangkap Tim Gabungan
16 hours ago

Bareskrim Polri Bongkar Modus Live Streaming Pornografi di TikTok dan Tevi, 6 Tersangka Ditangkap
2 days ago

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Dini Hari, Status Siaga dan Zona Bahaya Diberlakukan
2 days ago

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Tim SAR Terjunkan Drone Termal!
2 days ago

Bank Mandiri Bagi Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Catat Jadwal Pencairannya
2 days ago

Pertamina Perketat BBM Subsidi, 5.000 Pelat Nomor dan Ratusan SPBU Ditindak
2 days ago



