Jumat, 11 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Dugaan Pencabulan Santriwati oleh Pengasuh Pesantren di Pati Pemicu Protes Warga Desa Talun

Azizatul Khifdiyah - Wednesday, 09 September 2026 | 11:47 AM

Background
Dugaan Pencabulan Santriwati oleh Pengasuh Pesantren di Pati Pemicu Protes Warga Desa Talun
Puluhan warga Desa Talun, Pati, menyegel Pondok Pesantren Al-Hidayah usai timbulnya dugaan aksi pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes. Pemdes Talun mengonfirmasi pengunduran diri terduga pelaku dari jabatan kemasyarakatan. Simak kronologi selengkapnya di sini. (tribunjateng.com/)

​Aksi amarah warga merebak di Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, pada Selasa malam (8/9/2026). Puluhan warga nekat menggeruduk serta menyegel bangunan Pondok Pesantren Al-Hidayah akibat dugaan aksi pencabulan. Massa juga mencoret dinding bangunan pesantren dengan mural tulisan "Kyai Cabul" serta gambar alat kelamin pria.

​Aksi penyegelan ini dipicu oleh kemarahan masyarakat atas dugaan pencabulan yang dilakukan pengasuh pesantren berinisial KA (48) terhadap santriwatinya sendiri. Sebelum menyasar area pesantren, massa terlebih dahulu mendatangi kediaman Penjabat (Pj) Kepala Desa Talun Edi Subhan dan Balai Desa setempat. Mereka menuntut pihak pemerintah desa segera menggelar audiensi untuk mengambil sikap tegas terhadap terduga pelaku.

​Massa menyampaikan tuntutan yang mencakup pengusutan kasus hingga penutupan lembaga pendidikan keagamaan tersebut. Menanggapi desakan warga, Pemerintah Desa (Pemdes) bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Talun langsung menggelar rapat koordinasi darurat. Langkah ini diambil untuk menyikapi gejolak isu yang telah menyebar luas di media sosial.

​Kasi Pemerintahan Desa Talun, Nur Salim, menjelaskan bahwa Pemdes belum menerima laporan resmi secara tertulis hingga Selasa pagi. Namun, Pj Kepala Desa Talun Edi Subhan berinisiatif mengumpulkan jajaran perangkat desa setelah melihat respons media sosial yang begitu ramai pada sore harinya. Pihak desa akhirnya memutuskan bergerak cepat untuk mengakomodasi keresahan warga tersebut.

​"Tuntutannya terkait dengan informasi yang berkembang di masyarakat, katanya ada isu penyimpangan (pencabulan). Karena sampai tadi pagi jam kerja kami dari Pemdes tidak ada laporan yang masuk, kami tidak melakukan respons apa-apa. Tetapi setelah sore hari respons media sosial begitu ramai, Pak Pj berinisiatif mengadakan rapat koordinasi," ujar Nur Salim di Balai Desa Talun.

​Terduga pelaku KA diketahui menduduki sejumlah posisi strategis di kelembagaan Desa Talun. Posisi tersebut meliputi pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Ketua Koperasi Merah Putih, Ketua RT, pengurus makam, Ketua Lelang Aset Bondo Desa, hingga Ketua Panitia Sedekah Bumi. Pemdes Talun telah mengonfirmasi pengunduran diri KA dari seluruh jabatan kemasyarakatan tersebut melalui pihak keluarganya yang juga perangkat desa.

​"Langkah Pemdes untuk sementara sesuai hasil kesepakatan adalah mengonfirmasi terkait kemunduran beliau dari jabatan di pemerintahan desa. Mengenai tuntutan penutupan pesantren, itu bukan ranah Pemdes, tapi kami siap mengakomodir kehendak masyarakat dan nantinya akan berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag)," lanjut Nur Salim.