Jumat, 11 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Tim SAR Terjunkan Drone Termal!

Admin WGM - Wednesday, 09 September 2026 | 09:24 AM

Background
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Tim SAR Terjunkan Drone Termal!
(Kompas.com /)

Tim pencarian dan penyelamatan gabungan mengerahkan unit penerbang tanpa awak canggih dengan teknologi sensor termal guna mendeteksi keberadaan lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak. Penggunaan perlengkapan pemindai suhu tubuh tersebut diharapkan mampu menembus pekatnya abu vulkanik serta melacak keberadaan para insan pers di kawasan rawan bencana.

Peristiwa hilangnya kelima awak media tersebut bermula saat mereka melakukan aktivitas peliputan jurnalistik untuk merekam perkembangan erupsi di area perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Komunikasi resmi dengan rombongan wartawan tersebut mendadak terputus total sejak beberapa jam setelah mereka mendekati area radius bahaya yang telah ditetapkan otoritas.

Medan pencarian di lokasi kejadian dilaporkan sangat berat akibat terbatasnya jarak pandang serta ancaman hembusan awan panas yang fluktuatif. Keberadaan dua unit drone pemindai panas tubuh ini menjadi salah satu strategi utama petugas SAR dalam memetakan titik koordinat korban tanpa membahayakan keselamatan personel penolong.

Jajaran petugas gabungan dari unsur Search and Rescue beserta aparat keamanan setempat terus berkoordinasi secara intensif di posko penanganan darurat. Tim penyelamat dikerahkan melakukan penyisiran secara paralel melalui jalur perairan menggunakan kapal penyelamat serta pemantauan jalur udara secara berkesinambungan.

Pihak keluarga serta organisasi profesi jurnalis terus memantau proses pencarian dengan harapan seluruh awak media tersebut dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Imbauan keselamatan terus digalakkan agar seluruh tim pencari tetap memprioritaskan prosedur kehati-hatian di tengah kondisi vulkanik gunung api yang masih sangat dinamis.

Proses operasi pencarian kemanusiaan ini dipastikan bakal terus dilanjutkan dengan memanfaatkan optimalisasi teknologi tinggi hingga lokasi keberadaan seluruh korban berhasil diidentifikasi secara pasti. Evaluasi kondisi cuaca serta arah pergerakan angin terus dilakukan setiap jam guna mendukung kelancaran misi penyelamatan di lapangan.