Ratusan Siswa dan Guru di Pati Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis, Ambulans Berderet di Rumah Sakit
Azizatul Khifdiyah - Thursday, 10 September 2026 | 11:28 AM


Ratusan siswa dan guru dari MTs Negeri 3 Pati serta SMP Negeri 1 Gembong dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat dugaan keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 9 September 2026. Peristiwa di Kabupaten Pati ini mendadak viral di media sosial setelah deretan mobil ambulans tampak mengantre untuk mengevakuasi para korban. Para korban mendapatkan penanganan medis secara intensif yang tersebar di empat faskes, yakni Puskesmas Gembong, RSUD RAA Soewondo Pati, RS Keluarga Sehat Hospital (KSH), dan RS Mitra Bangsa Pati.
Kasus dugaan keracunan massal ini diduga kuat bersumber dari konsumsi hidangan MBG yang didistribusikan pada Selasa, 8 September 2026. Menu yang disajikan hari itu terdiri dari nasi bakar ayam suwir, telur ceplok, orek tempe, lalapan, kerupuk udang, dan buah semangka. Gejala gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, hingga diare mulai dirasakan secara beruntun oleh para siswa dan guru sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.
Salah satu orang tua siswa SMP Negeri 1 Gembong, Anis, membeberkan kondisi kesehatan anaknya yang mendadak memburuk usai mengonsumsi sajian tersebut.
"Menunya nasi bakar, itu menu kemarin. Yang dirasakan ya mual, muntah, terus ini mimisan. BAB sudah 4 kali," ucap Anis kepada wartawan pada Rabu, 9 September 2026.
Anis mengaku kaget setelah menerima kabar musibah dari grup percakapan sekolah dan langsung bergegas menuju rumah sakit.
"Langsung ada info di grup itu, langsung orang tua pada ke sini (rumah sakit). Perasaannya ya was-waslah, ini anaknya udah baikan, enggak mau diinfus. Kalau trauma, ya trauma ini," sambungnya.
Hingga Rabu, 9 September 2026 petang, akumulasi korban yang bergejala mencapai 273 siswa dan 43 guru dari kedua sekolah tersebut. Rinciannya, MTs Negeri 3 Pati mencatat 127 siswa dan 30 guru terdampak, sementara SMP Negeri 1 Gembong melaporkan 103 siswa dan 13 guru mengalami keluhan serupa. Menurut Keterangan Kepala MTs Negeri 3 Pati, Zaenal Arifin, paket MBG pada hari Selasa tiba pukul 12.00 WIB dari jadwal biasanya pukul 11.20 WIB, sedangkan di SMP Negeri 1 Gembong makanan baru datang pukul 11.30 WIB padahal biasanya tiba pukul 09.30 WIB.
Guna mengusut pemicu keracunan, sampel makanan beserta muntahan korban kini sedang diteliti di laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Sementara itu, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 selaku penyedia makanan telah resmi ditutup sementara. Tim medis dan dinas terkait saat ini memprioritaskan penanganan medis seluruh korban agar kondisi kesehatan mereka dapat segera membaik.
"Ini masih dugaan keracunan MBG makanan yang kemarin. Tim kami masih melakukan penyelidikan epidemiologis, jadi kami belum bisa memastikan penyebab pastinya seperti apa," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luki Pratugas Narimo kepada awak media pada Rabu, 9 September 2026.
"Sekarang yang terpenting dilakukan adalah melakukan evaluasi para korban dengan gejala keracunan dan perawatan agar cepat membaik," imbuhnya.
Next News

Kabar Petinggi Polri Ditahan di Mako Brimob Mengemuka, Kadiv Humas Beri Tanggapan Mengambang
in 4 hours

Mantan Calon Bupati Deli Serdang Jadi Otak Pengiriman Uang Palsu Rp 980 Juta untuk Demo di Jakarta
in an hour

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
3 hours ago

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
20 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
a day ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
a day ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
2 days ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
2 days ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
3 days ago



