Saksi Kunci Ungkap Peran Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dalam Sidang Dugaan Pengeroyokan
Azizatul Khifdiyah - Friday, 11 September 2026 | 12:04 PM


Sidang perkara dugaan pengeroyokan yang menyeret oknum anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial NY bersama dua rekannya kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang pada Kamis (10/9/2026). Peridangan lanjutan ini menghadirkan saksi korban serta tiga sekuriti yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim. Keterangan dari para saksi kunci tersebut menguatkan dugaan bahwa ketiga terdakwa secara bersama-sama melakukan aksi pemukulan terhadap korban di sebuah rumah makan.
Kuasa hukum korban, Dani Bahdani, menyatakan bahwa kesaksian petugas keamanan di lokasi membuat para terdakwa sulit membantah keterlibatan mereka. Berdasarkan laporan proses persidangan, sekuriti yang bertugas saat kejadian melihat dan menyaksikan secara langsung aksi kekerasan fisik tersebut. Dani menilai fakta ini menjadi poin krusial untuk membuktikan tindak pidana yang disangkakan kepada wakil rakyat tersebut.
"Sebenarnya dari keterangan saksi semakin menguatkan atas laporan tersebut. Karena saksi-saksi kunci, artinya security yang bertugas di situ melihat, menyaksikan memang ada peristiwa pemukulan dan peristiwa pengeroyokan," ujar Dani.
Selain pihak sekuriti, persidangan juga memeriksa saksi lain dari kalangan pegawai rumah makan yang berada di lokasi saat insiden berlangsung. Dani menegaskan bahwa seluruh saksi yang diperiksa telah menyampaikan keterangan secara jujur sesuai kejadian nyata yang mereka lihat. Keterangan itu nantinya akan dinilai oleh majelis hakim bersama alat bukti lain guna menentukan nasib hukum para terdakwa.
"Saya rasa saksi sudah bersikap apa adanya, ya, karena mereka melihat langsung di lapangan," katanya.
Dani turut memberikan apresiasi terhadap jalannya persidangan dan kepemimpinan majelis hakim di PN Cikarang. Ia menganggap hakim bersikap adil dan proporsional dalam menggali informasi dari seluruh pihak yang dihadirkan di persidangan. Menurutnya, proses pengadilan telah berjalan secara terbuka sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
"Hakim cukup fair untuk melihat itu. Dia hanya melihat berbagai pihak, bahwa apa yang dikatakan hakim dijalankan sesuai dengan prosedur," lanjutnya.
Proses peradilan atas kasus pengeroyokan ini dipastikan masih berjalan panjang karena tahapan pembuktian belum sepenuhnya selesai. Pengadilan Negeri Cikarang telah menjadwalkan persidangan berikutnya pada 15 September 2026 mendatang dengan agenda lanjutan pemeriksaan saksi. Pihak korban berharap hakim dapat menegakkan keadilan dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pihak yang terbukti bersalah.
"Ada persidangan berikutnya tanggal 15 September. Itu juga masih agendanya pemeriksaan saksi," jelasnya.
"Harapan kita hukum harus ditegakkan. Jadi siapa yang bersalah memang harus dihukum," tegasnya.
Next News

Sufmi Dasco Ahmad Ajak Publik Serukan 'Buy Indonesia' di Tengah Tekanan Pasar Modal
in 6 hours

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Penyadapan Ilegal yang Sasar Presiden hingga Tokoh Ormas
32 minutes ago

Hampir 10.000 Liter Solar Diduga Hasil Penimbunan Ditemukan di Pekalongan, Pemilik Gudang Kabur
an hour ago

Kabar Petinggi Polri Ditahan di Mako Brimob Mengemuka, Kadiv Humas Beri Tanggapan Mengambang
18 hours ago

Mantan Calon Bupati Deli Serdang Jadi Otak Pengiriman Uang Palsu Rp 980 Juta untuk Demo di Jakarta
21 hours ago

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
a day ago

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
2 days ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
2 days ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
2 days ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
3 days ago




