Kaki Seribu Matang Ditemukan dalam Menu Makan Bergizi Gratis di Pasangkayu, Operasi SPPG Lariang Dihentikan Sementara
Azizatul Khifdiyah - Sunday, 13 September 2026 | 11:45 AM


Temuan mengejutkan terjadi dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada para penerima manfaat di Posyandu Kembang Sawit, Bajawali, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Berdasarkan laporan yang dilansir dari media TribunSulbar pada Jumat (11/9/2026), seekor hewan kaki seribu ditemukan berada di dalam paket makanan yang dibagikan tersebut. Temuan hewan berupa kaki seribu tersebut didapati oleh warga penerima manfaat dalam kondisi yang sudah matang bercampur dengan sajian hidangan.
Makanan yang memicu keresahan warga tersebut diketahui diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Singgani, Kecamatan Lariang. Munculnya bangkai hewan di dalam kemasan olahan konsumsi ini langsung memicu sorotan publik terkait aspek pengawasan kebersihan serta kelaikan sanitasi dapur produksi. Koordinator Wilayah MBG Pasangkayu, Angel Syahril Syarif, memberikan pernyataan resmi dan membenarkan adanya insiden ditemukannya hewan dalam sajian makanan tersebut.
Menurut penjelasan lebih lanjut dari Syahril, keberadaan hewan kaki seribu di sekitar area dapur produksi SPPG Lariang sebenarnya bukan merupakan kejadian baru. Berdasarkan berbagai informasi yang diterimanya, bangkai maupun wujud hidup dari hewan tersebut bahkan dilaporkan kerap terlihat di sekitar area pengolahan makanan.
"Informasinya memang di dapur itu sering terlihat kaki seribu, bahkan sering ada di dinding dapur," ujar Syahril, dilansir dari TribunSulbar, Jumat (11/9/2026).
Kondisi kebersihan lingkungan tempat pengolahan konsumsi yang kurang terjaga dengan baik tersebut kini menjadi perhatian khusus pihak pengelola program. Persoalan keberadaan serangga ini dinilai sangat serius mengingat hal tersebut berkaitan langsung dengan sistem pengawasan sanitasi serta kebersihan lingkungan dapur olahan. Langkah perbaikan standar kelayakan pengolahan menu gizi bagi masyarakat penerima manfaat harus segera diterapkan demi mencegah terulangnya kejadian serupa.
Sebagai bentuk tindak lanjut cepat atas temuan insiden ini, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil keputusan tegas terhadap unit pengolah. BGN resmi menghentikan sementara seluruh kegiatan operasional dari SPPG Lariang guna menjalani proses pemeriksaan dan evaluasi secara menyeluruh.
"Saat ini SPPG tersebut diberhentikan sementara untuk evaluasi," jelas Syahril saat mengonfirmasi perihal penutupan sementara fasilitas pengolahan makanan tersebut.
Meskipun sempat ditemukan keberadaan hewan kaki seribu yang sudah matang di dalam kemasan menu makanan, kondisi warga penerima manfaat dipastikan aman. Hingga laporan ini diturunkan, tidak ada satu pun penerima manfaat program MBG yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan atau dampak medis akibat peristiwa ini. Proses evaluasi dari Badan Gizi Nasional diharapkan dapat meningkatkan jaminan kebersihan serta kualitas pengawasan mutu pangan di wilayah Pasangkayu.
Next News

Dihantam Ombak 2,5 Meter di Muara Pelabuhan Pekalongan, Perahu Jukung Pecah Menewaskan Satu Nelayan
9 hours ago

Bawa 243 Orang, Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Laut Jawa
9 hours ago

Asap Karhutla Kepung Bromo Hills, Pengunjung dan Pegawai Berlarian Keluar
11 hours ago

Benda Bercahaya Melintas di Langit Gorontalo, Diduga Meteor Jatuh di Pegunungan
a day ago

Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo Dibakar Empat Orang Tak Dikenal
a day ago

Kepulauan Seribu Diguncang Gempa M 5,9 Sabtu Pagi, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami
a day ago

Kebakaran Hutan Kembali Terjang Savana Bromo, Akses Wisata via Jemplang Resmi Ditutup
2 days ago

Saksi Kunci Ungkap Peran Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dalam Sidang Dugaan Pengeroyokan
2 days ago

Truk Tangki Gas Tabrak Rumah dan Motor di Jalur Pantura Brebes, Sopir Luka-Luka
2 days ago

Era Baru Bansos: Pemerintah Siapkan Rekening Digital Gratis untuk 50 Juta Penerima!
4 days ago




