Selasa, 28 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Negosiasi Gagal, Tepis Isu Amunisi AS Menipis

Admin WGM - Tuesday, 28 July 2026 | 01:30 PM

Background
Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Negosiasi Gagal, Tepis Isu Amunisi AS Menipis
Pengeroyokan Maling Ayam di Bali Kemensos Tawari Anak Korban di Sekolah Rakyat (detikNews /)

Aksi main hakim sendiri hingga tewas terhadap terduga pencuri ayam berinisial KD di Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, memicu gelombang simpati publik sekaligus kecaman keras. Peristiwa tragis yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban ini mendorong intervensi pemerintah serta desakan penegakan hukum tegas dari jajaran legislatif.

Kementerian Sosial (Kemensos) merespons cepat kondisi keluarga korban. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen dan memberikan bantuan pendampingan psikososial guna memulihkan trauma anak-anak korban. Sebagai langkah jangka panjang, Kemensos menawarkan fasilitas pendidikan gratis melalui program Sekolah Rakyat bagi anak korban yang kini harus kehilangan pilar utama keluarganya.

Sorotan tajam juga datang dari Anggota DPR RI Rofik Hananto yang mengecam keras aksi pengeroyokan masif tersebut. Rofik menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri merupakan pelanggaran hukum berat dan kekejaman yang tidak dapat dibenarkan atas alasan apa pun. Ia mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas seluruh pelaku yang terlibat tanpa pandang bulu serta memastikan penanganan trauma bagi anak korban berjalan secara optimal.

Kasus ini memicu keprihatinan luas mengenai kemerosotan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. Tindakan brutal segelintir warga yang merenggut nyawa seseorang hanya karena dugaan pencurian hewan ternak bernilai kecil mencerminkan hilangnya tenggang rasa dan martabat hukum. Dalam perkara ini, Kepolisian Resor Tabanan telah menetapkan lima orang warga sebagai tersangka pengeroyokan yang menyebabkan kematian KD.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait berkomitmen mengawal hak-hak anak korban agar tetap mendapatkan jaminan masa depan dan perlindungan yang layak. Publik pun diimbau untuk selalu menyerahkan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum guna mencegah berulangnya tragedi kemanusiaan serupa.