Potret Warga Venezuela Panic Buying Usai Isu Invasi AS dan Maduro Ditangkap
Admin WGM - Monday, 05 January 2026 | 07:13 AM


Kabar mengenai dugaan invasi Amerika Serikat dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro memicu kepanikan di kalangan warga Venezuela. Masyarakat terlihat berbondong-bondong memenuhi toko dan supermarket untuk membeli kebutuhan pokok. Serangan ke jantung kota Venezuela, Caracas, itu membuat warga panik dan kondisi kota luluh lantak. Serangan itu sendiri berlangsung kurang dari 30 menit dan menimbulkan tujuh ledakan.
Fenomena panic buying ini terjadi akibat kekhawatiran akan terganggunya distribusi barang serta ketidakpastian situasi politik dan keamanan negara. Sejumlah kebutuhan pokok dilaporkan mulai langka di beberapa wilayah.
Situasi tersebut memperlihatkan betapa sensitifnya kondisi sosial dan ekonomi Venezuela terhadap isu politik. Pemerintah setempat berupaya menenangkan masyarakat dan memastikan pasokan kebutuhan tetap tersedia.
Hingga kini, situasi di lapangan masih dipantau, sementara warga berharap kondisi segera stabil.
Next News

Fenomena Pemadaman Listrik Bergilir Resahkan Warga, Waka MPR Desak PLN Benahi Infrastruktur
in 5 hours

Gelar Aksi di Kantor DPRD Sementara, Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Suarakan Isu Lokal dan Nasional
in 5 hours

Zona Merah Lahan Hijau Pekalongan Terancam Proyek PSEL, Wali Kota Pekalongan Soroti Darurat Sampah
in 5 hours

Motor Diangkut Dishub Saat Ambil Pesanan, Driver Ojol Menangis dan Mohon Kendaraannya Dikembalikan
in 5 hours

Video Aksi Diduga Mata Elang di Rawamangun Viral, Disebut Meresahkan Pengendara Perempuan
in 5 hours

SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Daging Ayam Peternak Lokal untuk Program MBG
in 4 hours

BMKG Catat Rentetan Gempa Dangkal di Sesar Kendeng, Warga Diminta Tetap Waspada
in 5 hours

Jembatan Garuda Merah Putih Capai 70 Persen, Akses Kendal-Batang Segera Lebih Mudah
in 4 hours

Urai Kemacetan Akhir Tahun, 10 Ruas Jalan Tol Baru Siap Dibuka Fungsional Jelang Nataru!
in 4 hours

Teken Damai dengan Iran, Donald Trump Dihujani Kritik Pedas dari Internal Partai Republik
in 3 hours





