Minggu, 25 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Penggerebekan Pabrik Sabu Skala Besar di Pidie: Dua WNA Asal China dan Sembilan WNI Diringkus Polisi

Azizatul Khifdiyah - Sunday, 25 October 2026 | 01:28 AM

Background
Penggerebekan Pabrik Sabu Skala Besar di Pidie: Dua WNA Asal China dan Sembilan WNI Diringkus Polisi
Simak berita lengkap penggerebekan pabrik sabu skala besar di Kabupaten Pidie, Aceh, di mana aparat gabungan berhasil meringkus 11 tersangka termasuk dua warga negara asing asal China. (orinews.id/)

​Tim gabungan dari Bareskrim Polri bersama Badan Narkotika Nasional berhasil membongkar laboratorium narkotika ilegal atau clandestine laboratory yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Penggerebekan tempat produksi barang haram skala besar tersebut dilakukan pada pekan ini setelah melalui serangkaian proses penyelidikan dan pemantauan mendalam oleh aparat penegak hukum. Dalam operasi penindakan yang berlangsung tegas itu, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dengan jumlah total mencapai lebih dari satu ton.

​Berdasarkan laporan yang disampaikan, aparat kepolisian sukses meringkus total sebanyak 11 orang tersangka yang diduga kuat terlibat dalam jaringan sindikat narkotika internasional tersebut. Dari keseluruhan pelaku yang berhasil diamankan oleh petugas di lapangan, dua orang di antaranya merupakan warga negara asing asal China sementara sembilan orang lainnya adalah warga negara Indonesia. Para pelaku ditangkap di beberapa lokasi berbeda yang tersebar di wilayah Pidie, Bireuen, Kota Lhokseumawe, serta Aceh Utara.

​"Dari 11 tersangka yang sudah ditangkap, dua orang merupakan warga negara asing asal China dan sembilan lainnya warga negara Indonesia," ujar Kapolri saat memberikan keterangan pers.

Berdasarkan hasil penyidikan awal, dua WNA asal China tersebut diduga berperan sebagai ahli kimia yang bertindak sebagai peracik utama di dalam pabrik sabu ilegal itu. Sementara itu, para tersangka dari pihak warga negara Indonesia berperan sebagai asisten peracik, mekanik, hingga pihak yang membantu mengamankan operasional ruko.

​Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa sindikat transnasional ini telah memantau dan merencanakan kegiatan produksi gelap tersebut sejak beberapa bulan sebelumnya di wilayah Aceh. Dua WNA yang terlibat bahkan sempat masuk ke Indonesia melalui Malaysia untuk melakukan survei lokasi sebelum akhirnya memulai proses produksi sabu skala besar. Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengungkapan laboratorium narkotika terbesar ini merupakan wujud nyata komitmen negara dalam memberantas peredaran gelap narkoba.

​Keberhasilan pembongkaran pabrik narkotika ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran sindikat internasional yang mengancam keselamatan generasi bangsa di tanah air. Aparat gabungan berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan penyidikan guna mengejar pihak-pihak lain yang diduga menjadi dalang atau pemodal di balik jaringan gelap tersebut. Penegakan hukum yang tegas akan terus digencarkan demi memastikan wilayah Indonesia bersih dari ancaman peredaran narkoba lintas negara.