Kamis, 22 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Viral Guru SMPN 4 Pekalongan Jewer Murid hingga Telinga Berdarah, Pihak Sekolah Ambil Tindakan

Azizatul Khifdiyah - Thursday, 22 October 2026 | 08:57 AM

Background
Viral Guru SMPN 4 Pekalongan Jewer Murid hingga Telinga Berdarah, Pihak Sekolah Ambil Tindakan
Simak informasi lengkap mengenai kasus viral guru SMPN 4 Pekalongan yang menjewer murid hingga telinga berdarah. Pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan langsung mengambil tindakan penanganan dan mediasi. (Detik Jateng/)

Berdasarkan laporan detikJateng, sebuah video berdurasi 19 detik yang memperlihatkan seorang siswa SMP dengan kondisi telinga berdarah mendadak viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan SMP Negeri 4 Kota Pekalongan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Siswa kelas 7 tersebut mengalami pendarahan pada bagian telinga setelah diduga dijewer oleh oknum guru saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

​Insiden bermula ketika guru mata pelajaran matematika meminta para siswa untuk menyiapkan buku catatan guna mencatat materi yang dicontohkan di papan tulis. Namun, ketika dilakukan pengecekan mendadak oleh pengajar di kelas, siswa yang bersangkutan kedapatan belum menyiapkan buku catatannya. Guru yang bersangkutan kemudian merasa emosi dan langsung melakukan tindakan menjewer telinga korban hingga memicu pendarahan.

​Kepala SMPN 4 Kota Pekalongan, Masykur, membenarkan adanya insiden kekerasan fisik yang melibatkan tenaga pengajar dan siswanya tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan konfirmasi langsung kepada oknum guru maupun kepada keluarga korban terkait kejadian itu. Berdasarkan hasil klarifikasi, tindakan yang dilakukan oleh oknum pengajar murni berupa jeweran keras dan bukan tindakan pemukulan fisik seperti isu yang sempat beredar di masyarakat.

​"Setelah saya konfirmasi pada pelaku, pelaku merasa emosi dan melakukan tindakan menjewer pada anak tersebut," ungkapnya.

"Korban dan keluarga korban menyatakan benar bahwa tindakan guru hanya menjewer, sementara berita yang muncul ada memukul," jelasnya.

Pihak sekolah menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan medis korban di rumah sakit ditanggung secara langsung oleh guru yang bersangkutan.

​Menanggapi kasus kekerasan di lingkungan pendidikan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, turut memberikan konfirmasi resmi. Pihaknya menyatakan bahwa dinas telah memonitor penanganan di sekolah dan memprioritaskan pemulihan kondisi kesehatan mental serta fisik siswa. Sementara itu, pihak sekolah masih memproses sanksi disiplin lanjutan bagi oknum guru tersebut setelah proses klarifikasi selesai.