Kamis, 22 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kabut Asap Karhutla Kian Meluas hingga Sulawesi dan Maluku, 2.458 Penerbangan Domestik Terdampak

Azizatul Khifdiyah - Sunday, 18 October 2026 | 11:52 AM

Background
Kabut Asap Karhutla Kian Meluas hingga Sulawesi dan Maluku, 2.458 Penerbangan Domestik Terdampak
Kementerian Perhubungan mencatat 2.458 penerbangan domestik terganggu akibat kabut asap karhutla yang meluas hingga Sulawesi dan Maluku. Simak informasi lengkap mengenai rincian pembatalan, keterlambatan, serta langkah mitigasi keselamatan penerbangan. (Kompas.com/)

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus mengganggu operasional penerbangan berjadwal dalam negeri hingga membentang ke berbagai wilayah di Indonesia. Mengutip laporan Kompas.com, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 2.458 penerbangan domestik terdampak kabut asap sejak 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026. Angka penerbangan yang terganggu tersebut bertambah 437 penerbangan dibandingkan data per 13 Oktober 2026 yang sebelumnya mencatatkan sebanyak 2.021 penerbangan.

​Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menjelaskan bahwa sebaran kabut asap akibat karhutla kini meluas ke berbagai daerah. Selain Kalimantan, Papua, dan Sumatera, gangguan asap selama 13–17 Oktober 2026 juga melanda kawasan Sulawesi, Maluku, hingga Maluku Utara. Menurut Lukman, kabut asap tebal tersebut menurunkan jarak pandang di sekitar area bandar udara sehingga berisiko mengganggu penerbangan.

​Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara, sebanyak 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan atau delay, sedangkan 1.324 penerbangan dibatalkan atau ditunda. Selain penerbangan domestik, terdapat 14 penerbangan internasional dan 22 penerbangan perintis yang turut dibatalkan akibat sebaran kabut asap tersebut. Setiap keputusan operasional penerbangan diambil oleh pihak berwenang dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan penerbangan.

​"22 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain, enam penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan, dan 26 penerbangan dimajukan jadwalnya," katanya dalam keterangan tertulis pada Minggu (18/10/2026). Ia juga menambahkan bahwa penurunan jarak pandang menjadi penyebab utama penundaan hingga pembatalan. Pihak otoritas terus berkoordinasi secara ketat dengan berbagai instansi terkait demi mengamankan operasional ruang udara.

​Di luar dampak karhutla, Ditjen Perhubungan Udara mencatat 20 penerbangan domestik berjadwal dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat. Sebagai langkah mitigasi, Lukman meminta penyelenggara bandar udara menerapkan prosedur operasional jarak pandang rendah atau Low Visibility Procedures (LVP) bersama AirNav Indonesia dan BMKG. Pihak pengelola bandar udara juga menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM), meningkatkan kesiagaan operasional sisi udara, serta membagikan masker gratis kepada penumpang di terminal.

​Sementara itu, penanganan karhutla melalui operasi pemadaman udara atau water bombing terus berjalan intensif di wilayah terdampak. Selama periode 20 April hingga 16 Oktober 2026, operasi tersebut telah dilakukan sebanyak 5.179 flight cycle oleh 38 pesawat dari 11 operator. Bandar udara di wilayah terdampak turut mendukung operasi dengan menyediakan area parkir pesawat dan helikopter water bombing, prioritas slot penerbangan, posko pemantauan karhutla, serta pendataan sumber air dan ketersediaan bahan bakar.