Kamis, 22 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Aksi Greenpeace di Patung Bundaran HI: Panjat Monumen dan Desak Penanganan Krisis Iklim

Azizatul Khifdiyah - Tuesday, 20 October 2026 | 12:22 PM

Background
Aksi Greenpeace di Patung Bundaran HI: Panjat Monumen dan Desak Penanganan Krisis Iklim
Aktivis Greenpeace Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Patung Selamat Datang Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026), untuk mendesak penanganan krisis iklim dan penurunan biaya hidup. (Detiknews/)

​Aktivis Greenpeace Indonesia menggelar aksi unjuk rasa dengan memanjat Patung Selamat Datang di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). Dilansir dari detikcom, spanduk dan sejumlah poster berwarna kuning sempat dibentangkan oleh para aktivis sejak pagi hari untuk menyuarakan tuntutan mereka. Aksi nekat ini dilakukan guna mendesak pemerintah agar segera mengambil tindakan nyata dalam menangani ancaman krisis iklim.

​Spanduk yang sempat dibentangkan di atas monumen tersebut memuat pesan kritis yang menghubungkan krisis lingkungan dengan beban ekonomi warga. Salah satu poster bertuliskan slogan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup" sebagai bentuk protes atas memburuknya kualitas hidup masyarakat. Setelah sempat terbentang luas, spanduk tersebut kemudian diangkat ke arah atas oleh para aktivis yang berada di puncak patung.

​Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, menjelaskan keberadaan kabut asap serta bencana ekologis berkepanjangan telah secara nyata membebani kehidupan masyarakat sehari-hari. Masalah cuaca ekstrem tersebut mengganggu sumber penghidupan, menekan pendapatan harian, hingga memicu kenaikan harga bahan pangan di pasar. Menurut Jeanny, dampak paling berat dari krisis lingkungan ini dirasakan langsung oleh kelompok pekerja yang berada dalam kerentanan ekonomi.

​"Greenpeace Indonesia terus menggaungkan suara masyarakat, mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka mata terhadap krisis iklim yang makin memperburuk kualitas hidup masyarakat," kata Jeanny.

​Di lokasi kejadian, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengimbau para aktivis agar segera turun demi mengutamakan keselamatan jiwa mereka. Reynold menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama TNI bersedia memberikan pelayanan serta jaminan perlindungan penuh selama aksi berlangsung. Pihak kepolisian juga meminta seluruh personel gabungan di lapangan untuk memastikan situasi tetap aman dan nyaman bagi seluruh peserta.

​"Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Kodim 0501 Jakarta Pusat bersedia melayani dan melindungi Saudara-Saudari," ujar Reynold.

​Hingga Selasa siang pukul 10.30 WIB, sejumlah aktivis dilaporkan masih bertahan di atas Patung Selamat Datang Bundaran HI. Petugas gabungan dari unsur kepolisian, TNI, Pemadam Kebakaran, dan Satpol PP masih terus bersiaga ketat di sekitar lokasi. Aksi bertahan ini menjadi bentuk komitmen para aktivis dalam mengawal isu krisis ekologis agar mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.