Minggu, 25 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Aksi Kecewa Gubernur Tak Hadir

Azizatul Khifdiyah - Saturday, 24 October 2026 | 12:51 PM

Background
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Aksi Kecewa Gubernur Tak Hadir
Demo penanganan karhutla di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah berujung ricuh setelah massa kecewa karena gubernur tidak hadir menemui pengunjuk rasa. Simak ringkasan beritanya di sini. (lintaskalimantan.com/)

​Aksi demonstrasi menuntut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah berujung ricuh pada Jumat (23/10). Berdasarkan laporan Lintaskalimantan.co, ketegangan tersebut pecah lantaran ratusan massa aksi merasa kecewa akibat Gubernur Kalimantan Tengah tidak kunjung hadir untuk menemui mereka. Para pengunjuk rasa mendesak pemerintah daerah agar bertindak lebih serius dalam menanggulangi bencana kabut asap yang kian meresahkan warga.

​Suasana di lokasi unjuk rasa mendadak memanas ketika massa berupaya memaksa masuk ke area gedung utama kantor gubernur. Aksi saling dorong antara demonstran dan aparat keamanan yang berjaga pun tak terhindarkan selama aksi berlangsung sore hari itu. Kericuhan ini dipicu oleh kekecewaan mendalam para peserta aksi terhadap respons pemerintah provinsi yang dinilai kurang tanggap.

​Juru bicara aksi, Gihon, menyampaikan rasa kecewanya yang mendalam karena kepala daerah beserta sejumlah pejabat terkait mangkir dari pertemuan tersebut. Menurutnya, ketidakhadiran para pemangku kebijakan menunjukkan lemahnya koordinasi serta kepedulian pemerintah dalam menghadapi ancaman ekologis tahunan ini.

​"Yang hadir hanya perwakilan atas nama pemerintah Kalimantan Tengah, itu bentuk kekecewaan yang sangat mendalam bagi aliansi," jelasnya.

​Para demonstran menegaskan bahwa ancaman karhutla dan kabut asap telah meluas ke berbagai wilayah di Kalimantan Tengah tanpa adanya solusi konkret. Mereka menuntut adanya transparansi kebijakan serta penanganan yang menyeluruh agar bencana kebakaran hutan tidak terus berulang setiap tahunnya. Hingga aksi demonstrasi berakhir, massa akhirnya membubarkan diri dengan membawa kekecewaan atas absennya pimpinan tertinggi di provinsi tersebut.