Mahasiswa Gelar Aksi di Jalan Pahlawan Semarang, Layangkan 5 Tuntutan Penting ke Pemerintah
Azizatul Khifdiyah - Friday, 23 October 2026 | 12:43 PM


Ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi hingga menutup total Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Kamis (22/10/2026). Penutupan jalan protokol tersebut berlangsung mulai pukul 16.00 WIB dan masih berlanjut sampai sekitar pukul 18.00 WIB. Mengutip laporan Kompas.com, para demonstran terlihat membentangkan poster kritis seperti "all eyes on karhutla", "Save Kalimantan", serta "Alam bukan milik segelintir orang".
Aksi massa yang didominasi oleh kalangan mahasiswa dari pelbagai perguruan tinggi ini ditujukan untuk melayangkan lima tuntutan utama kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tuntutan tersebut meliputi stabilisasi harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), evaluasi total proyek strategis nasional (PSN), serta pengembalian TNI dan Polri ke fungsi utamanya. Selain itu, massa mendesak pengembalian hak atas tanah kepada rakyat, pemulihan wilayah terdampak bencana, dan penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Perwakilan aksi dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Semarang, Ramanda Bima Prayuda, menyoroti secara khusus penanganan bencana lingkungan hidup di kawasan gambut. Beliau mendesak kementerian terkait untuk bergerak cepat menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memulihkan kehidupan warga terdampak.
"Kami di sini bicara untuk mendorong orang-orang yang ada di kementerian ataupun pemerintahan supaya bagaimana karhutla ini dihentikan," katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya perhatian nyata dari pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami kerugian ekonomi maupun profesi akibat bencana alam.
"Kami minta untuk segera dituntaskan dan rakyat-rakyat di sana, apalagi ada hal-hal yang pekerjaan atau profesinya terdampak, itu tolong untuk dipulihkan," ujarnya.
Aksi yang diwarnai pembakaran spanduk pada pukul 16.50 WIB ini diperkirakan melibatkan sekitar 2.000 peserta dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Semarang (USM), Politeknik Negeri Semarang (Polines), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), hingga UIN Walisongo. Gerakan di Semarang ini merupakan kelanjutan dari aksi di Jakarta pada 20 Oktober 2026 dan direncanakan berlanjut pada peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang.
Next News

Bareskrim Polri Bongkar Praktik Judi Online Boxkia.com dan Tangkap Empat Tersangka di Jakarta Barat
13 hours ago

KPK Usut Dugaan Pencucian Uang Kasus Pengadaan Outsourcing Pemkab Pekalongan
5 hours ago

Konten Karhutla Dihapus Platform Digital, Menkomdigi Minta Masyarakat Lapor dan Ajukan Banding
a day ago

Dugaan Kekerasan Seksual Anak Lima Tahun di Tegal Memicu Kemarahan Warga, Pelaku Dievakuasi Polisi
a day ago

Viral Guru SMPN 4 Pekalongan Jewer Murid hingga Telinga Berdarah, Pihak Sekolah Ambil Tindakan
a day ago

BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah untuk 22 Oktober 2026
2 days ago

Kawal Sidang Vonis Kasus Dugaan Korupsi DJKA, Pendukung Padati Pengadilan Tipikor Semarang
2 days ago

Terbangun karena Hawa Panas, Remaja di Pekalongan Selamatkan Adik dari Kebakaran Rumah
2 days ago

Evakuasi Dramatis 152 Pendaki dan Penutupan Total Jalur Pendakian Gunung Sumbing Akibat Kebakaran Lahan
3 days ago

Aksi Greenpeace di Patung Bundaran HI: Panjat Monumen dan Desak Penanganan Krisis Iklim
3 days ago
