Minggu, 25 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Temuan Sampel Darah Jadi Titik Terang Pembunuhan Ayah oleh Pemuda di Brebes

Azizatul Khifdiyah - Saturday, 24 October 2026 | 12:35 PM

Background
Temuan Sampel Darah Jadi Titik Terang Pembunuhan Ayah oleh Pemuda di Brebes
Polisi menemukan titik terang dalam kasus pemuda di Brebes yang mengaku membunuh dan memutilasi ayah kandungnya, ditandai dengan ditemukannya sampel darah oleh tim labfor saat olah TKP. (Detik Jateng/)

Kasus dugaan pembunuhan dan mutilasi yang melibatkan seorang pemuda berinisial HS (27) terhadap ayah kandungnya di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini mulai menemukan titik terang. Seperti dilansir dari detikJateng, polisi berhasil mengamankan sampel darah saat menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di dua lokasi berbeda, yakni di rumah lama dan kompleks perumahan. Penyelidikan intensif ini dilakukan setelah HS secara mengejutkan menyerahkan diri ke Mapolres Brebes dan mengaku telah menghabisi nyawa orang tuanya.

​Sebelumnya, pihak kepolisian sempat menghadapi kendala besar karena minimnya alat bukti kuat di lokasi kejadian. Kanit Reskrim Polsek Kersana, Aiptu Heri Sukamto, menjelaskan bahwa peristiwa tragis tersebut diperkirakan sudah terjadi sekitar empat bulan yang lalu. Petugas bahkan tidak menemukan jejak aksi pelaku, dandang rebusan, maupun peralatan yang diduga digunakan untuk membunuh saat melakukan pemeriksaan rumah dan pembongkaran septic tank.

​Berdasarkan pengakuan HS kepada penyidik, dirinya memotong jasad sang ayah menjadi 10 bagian lalu merebusnya selama dua hari menggunakan dandang besar seharga Rp 750 ribu. Sebagian sisa jasad yang hancur kemudian dibuang ke aliran Sungai Kluwut Bulakamba yang mengalir menuju laut, sedangkan tulang belulangnya dibakar hingga menjadi abu. Kendati pengakuan tersebut sangat terperinci, polisi belum menemukan keberadaan dandang besar maupun sisa abu pembakaran yang dimaksud oleh pelaku.

​Hingga saat ini, HS masih mengamankan diri di Polres Brebes dan status hukumnya belum ditetapkan sebagai tahanan resmi. Polisi juga berencana melibatkan tim dokter psikologi untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku dalam waktu dekat. Kendati demikian, petugas mencatat bahwa selama proses pemeriksaan berlangsung, pelaku selalu kooperatif, memberikan jawaban yang konsisten, serta tidak berbelit-belit saat menyampaikan keterangannya.

​Kapolres Brebes, AKBP M Ali Akbar, menegaskan bahwa temuan sampel darah oleh laboratorium forensik menjadi petunjuk vital dalam mengusut tuntas peristiwa ini.

​"Dari labfor sudah ambil sampel darah, nanti akan kita cocokkan dengan korban," kata Ali Akbar di Mapolres Brebes, Jumat (23/10).

​Polisi sejauh ini telah memeriksa sebanyak tujuh orang saksi untuk melengkapi berkas perkara serta mendalami seluruh klaim pengakuan pelaku. AKBP M Ali Akbar mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar segera melapor apabila memiliki informasi tambahan terkait keberadaan korban maupun latar belakang HS. Tim penyidik terus bekerja keras mencocokkan hasil tes laboratorium forensik demi memastikan kebenaran dari pengakuan penganiayaan sadis tersebut.