Selasa, 3 November 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Nelayan Cilacap Sambat Kesulitan Cari BBM ke Wapres Gibran

Azizatul Khifdiyah - Monday, 26 October 2026 | 01:01 PM

Background
Nelayan Cilacap Sambat Kesulitan Cari BBM ke Wapres Gibran
Nelayan Kabupaten Cilacap mengadu kepada Wapres Gibran Rakabuming Raka terkait keterbatasan kuota BBM untuk melaut di TPI Tegalkatilayu, Kecamatan Cilacap Selatan. (Detik Jateng/)

Berdasarkan laporan detikjateng, nelayan di Kabupaten Cilacap mengeluhkan keterbatasan kuota bahan bakar minyak untuk melaut saat bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Senin, 26 Oktober 2026. Mereka mendatangi tempat penyaluran di kawasan TPI Tegalkatilayu, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, untuk menyampaikan aspirasi tersebut secara langsung. Kondisi stok yang kurang mencukupi membuat para nelayan kecil kesulitan memenuhi kebutuhan bahan bakar sehari-hari.

​"Nelayan sedang musim ini. Kadang-kadang kita sendiri untuk beli bensin juga kesulitan karena selain antreannya panjang, stok bensin yang ada itu kurang mencukupi untuk nelayan kecil," kata salah satu nelayan setempat, Taufik Hidayat saat dialog dengan Gibran, Senin.

​Situasi tersebut memaksa sebagian nelayan terpaksa mencari bahan bakar minyak ke tempat penyaluran lain yang letaknya jauh. Menurut Taufik, hal itu justru semakin menambah kesulitan nelayan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk melaut. Ia berharap pemerintah tidak hanya mencatat keluhan tersebut, melainkan segera menindaklanjutinya dengan penambahan alokasi nyata.

​"Jadi mohon panjenengan tolong jangan cuma dicatat, tapi ditindaklanjuti. Agar merupakan sebuah prestasi dan prasasti di sini. Bahwasanya apa yang saya sampaikan dari orang kecil di Cilacap telah ditindaklanjuti dan terealisasi untuk ke depan," ujarnya.

​Taufik meminta Wapres Gibran untuk mendorong instansi terkait, termasuk Pertamina, agar segera mengevaluasi kebutuhan bahan bakar minyak nelayan di wilayah tersebut. Tambahan kuota dinilai menjadi kebutuhan penting agar nelayan kecil tidak terus menghadapi kendala dalam memperoleh bahan bakar. Sementara itu, Ketua KUD Minosaroyo Cilacap, Untung Jayanto, menjelaskan bahwa penyaluran bahan bakar selama ini dikelola melalui koperasinya.

​Penyaluran tersebut mencakup bahan bakar jenis solar dan Pertalite untuk memenuhi kebutuhan operasional nelayan di daerah setempat. Menurut Untung, fasilitas penyaluran yang tersedia sebenarnya sudah cukup, tetapi alokasinya perlu ditambah. "Sepertinya untuk stasiun penyaluran BBM untuk nelayan sudah cukup, hanya perlu ditambah alokasinya saja, Pak Wapres. Nanti untuk data-datanya dan semua ada di kami," kata Untung.

​Ia menjelaskan bahwa KUD Minosaroyo menjadi rujukan penyaluran bahan bakar bersubsidi bagi nelayan di Kabupaten Cilacap. Sistem penyaluran tersebut bahkan pernah menjadi percontohan tingkat nasional pada tahun 2022 dalam program penyaluran solar untuk koperasi perikanan. Untung menambahkan pula bahwa penyaluran bahan bakar di wilayah ini selalu menjalani pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan setiap tahunnya.

​Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wapres Gibran Rakabuming Raka menyatakan akan segera melanjutkan pertemuan dengan pihak Pertamina setelah agenda selesai. Selain persoalan bahan bakar minyak, para nelayan turut mengeluhkan masalah lain seperti persoalan desil hingga kondisi sungai Kaliasa yang semakin dangkal. Pendangkalan sungai tersebut dinilai sangat menghambat akses perahu nelayan saat hendak berangkat melaut.