Sabtu, 20 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Nahas! Ibu Dianiaya Anaknya Pakai Cobek Hingga Tewas di Kota Pekalongan

Trista - Monday, 11 May 2026 | 02:32 PM

Background
Nahas! Ibu Dianiaya Anaknya Pakai Cobek Hingga Tewas di Kota Pekalongan
Kondisi Rumah Korban Pasca kejadian (detikJateng /)

Insiden tragis penganiayaan seorang ibu oleh anaknya terjadi di pemukiman padat penduduk Kelurahan Poncol Gg. Gotong Royong, Kota Pekalongan, Minggu malam (10/5/2026). Pelaku merupakan seorang pria berinisial MSP (25) dengan tega menghabisi nyawa ibunya, Tarsimi (66), menggunakan cobek yang terdapat di sekitar korban.

Korban ditemukan bersimbah darah oleh anak perempuannya sekaligus kakak pelaku, Sri Lestari, yang mendengar suara ribut disertai rintihan ibunya. Setelah diperiksa, Sri Lestari juga mendapati adiknya berdiri tanpa ekspresi di sebelah ibunya dengan cobek dari batu yang telah terpecah menjadi tiga bagian.

"Setelah mendengar suara ribut, saksi masuk ke kamar dan mendapati korban sudah dianiaya oleh anak kandungnya sendiri, yang merupakan adik dari saksi," ungkap Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, dilansir dari laman detikJateng, Senin (11/5/2026).

Melihat kondisi tersebut, korban segera dilarikan ke RS Siti Khodijah yang tidak berselang lama korban mengembuskan napas terakhir. Sementara itu, pelaku segera diamankan oleh warga dan saat ini telah dibawa ke RS Djunaid untuk diperiksa secara kejiwaan dan observasi oleh tim kepolisian.

"Korban mengalami luka robek di bagian atas telinga kiri, dengan kedalaman sekitar 10 cm dan lebar kurang lebih 12 cm," ungkap Setyanto.

Pada kasus ini, korban tidak akan dilakukan autopsi, tetapi pihak medis memastikan bahwa penyebab kematian besar kemungkinan akibat benturan benda tumpul di kepala. Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik aksi keji dan hasil pemeriksaan medis terkait kejiwaan pelaku sebelum ditetapkan sebagai tersangka.

"Kalau memang terbukti mengalami gangguan jiwa, secara hukum yang bersangkutan tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya," lanjut Setyanto.

Kondisi kejiwaan pelaku dibenarkan oleh kakaknya yang menyampaikan sebelumnya pelaku pernah menjalani pengobatan sejak tahun 2024. Pihak keluarga menyampaikan tidak ada konflik berat antara ibu dan anak tersebut yang berkemungkinan menjadi motif atas tindakan kriminal.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut dengan melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti. Sementara itu, jenazah korban akan dimakamkan Senin siang (11/5/2026) di pemakaman setempat.