Sabtu, 20 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Lonjakan Harga Komoditas Cabai di Pasar Grogolan Pekalongan Dipengaruhi Wilayah Asal Panen Pemasok

Trista - Tuesday, 02 June 2026 | 02:19 PM

Background
Lonjakan Harga Komoditas Cabai di Pasar Grogolan Pekalongan Dipengaruhi Wilayah Asal Panen Pemasok
Pedagang Cabai di Pasar Grogolan Kota Pekalongan (WGM/Trista )

Komoditas pangan, khususnya cabai dan bawang, di sejumlah daerah mengalami kenaikan yang signifikan pasca-Lebaran Iduladha. Informasi ini mengacu pada data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, Sabtu (30/5/2026).

Data menunjukkan lonjakan harga tertinggi terjadi pada cabai merah keriting di persentase 10,88% atau Rp7.150 menjadi Rp72.850 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit merah sebesar 9,05% dari harga Rp7.100 menjadi Rp85.550 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai merah besar dari 3,03% yakni menyentuh harga Rp69.600 per kilogram. Di samping itu, penurunan harga cabai terjadi di komoditas rawit hijau sebesar 23,42% menjadi Rp43.650 per kilogram.

Sementara itu, di Pasar Grogolan, Kota Pekalongan (2/6/2026) mengalami variasi harga khususnya untuk komoditas cabai yang biasa dikonsumsi masyarakat seperti cabai rawit setan, cabai merah besar, dan cabai rawit hijau. Fluktuasi harga cabai dipengaruhi oleh rantai pasok distributor serta asal wilayah panen komoditas cabai yang dipasarkan.

"Kalau ini sih turun, yang kemarin seperempat Rp20.000 sekarang Rp18.000 buat yang rawit (keriting) merah. Kalau yang lombok merah (cabai besar) yang tadinya Rp18.000, hari ini Rp13.000," ungkap Aaf (43), pedagang cabai, saat ditemui di lapaknya di Pasar Grogolan, Selasa (2/6/2026).

Aaf menyampaikan harga cabai dan bawang tidak stabil pasca-Lebaran Iduladha yang disebabkan oleh wilayah panen atau pemasok yang didapatkan dari daerah Banjarnegara dan Wonosobo. Naiknya harga cabai berpengaruh pada jumlah daya beli di samping kebutuhan masyarakat baik untuk konsumsi pribadi maupun bahan baku untuk berjualan.

"Terus harga rawit yang kemarin saya jual harga Rp10.000, sekarang jadi Rp9.000. Bawang merah juga turun hari ini udah Rp14.000 seperempat, kemarin saya jual Rp15.000 sampai Rp16.000. Tapi kalau harga ini enggak tentu, ngikutin panennya," lanjutnya.

Berbeda dengan pedagang cabai yang mendapat pasokan dari Wonosobo dan Banjarnegara, Murpatono (65) menyampaikan cabai dagangannya didapatkan dari pemasok wilayah panen Bandar, Kabupaten Batang. Menurut Murpatono, cabai dari Bandar memiliki kualitas yang lebih baik meskipun pasokan terbatas sehingga kebutuhan pembeli tidak terpenuhi secara merata.

"Per hari ini (2/6/2026) baru naik. Cabai rawit hijau satu kilo cuman Rp25.000, yang merah besar Rp38.000. Nah, kalau rawit setan ini naik tinggi sekilo sampai Rp75.000 sekarang, kemarin malah Rp53.000," ungkap Murpatono.

Komoditas bawang merah masih dalam angka tinggi yakni mencapai harga Rp10.000 untuk seperempat, sedangkan bawang putih hampir di seluruh Pasar Grogolan mengikuti harga toko. Naiknya kebutuhan bumbu dapur berdampak pada harga pangan lainnya, terutama bagi penjual makanan seperti warteg (warung Tegal) dan warung masakan Padang.