Kebakaran Berulang di TPA Jatibarang Semarang, BPBD Buka Peluang Status Tanggap Darurat
Azizatul Khifdiyah - Thursday, 01 October 2026 | 11:43 AM


Peristiwa kebakaran hebat kembali melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang yang berlokasi di Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Berdasarkan laporan detikJateng, insiden yang mulai terjadi sejak Rabu sore, 30 September 2026 ini tercatat sebagai musibah kebakaran ketiga di kawasan tersebut sepanjang bulan September. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P Martanto, membenarkan kejadian berulang yang menimpa area pembuangan sampah utama milik pemerintah kota tersebut.
"Ketiga kalinya ini," kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, saat dihubungi detikJateng via pesan singkat, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan catatan penanganan bencana, kebakaran di TPA Jatibarang sebelumnya sempat terjadi pada 18 September dan kembali terulang pada 28-29 September. Seorang warga sekitar bernama Jamasri (56) menuturkan bahwa kobaran api mulai terlihat melahap tumpukan sampah sejak sekitar pukul 18.00 WIB.
"Sikon terkini area kebakaran saat ini masih terpantau adanya titik api di area pembuangan," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, melalui pesan singkat kepada detikJateng.
Tantri menerangkan bahwa kepulan asap tebal dan titik api masih menyebar di kawasan pembuangan sampah aktif.
"Untuk sementara masih di zona 1, 2, dan 3," sebutnya.
Guna memadamkan kobaran api yang terus menyebar, petugas Damkar menyiagakan truk tangki air serta mengerahkan alat berat ke lokasi musibah.
"Upaya pagi ini kami lakukan dengan dibantu excavator sampah diaduk sambil disemprot," pungkasnya.
Sementara itu, Endro menyampaikan bahwa pada Kamis pagi kondisi api mulai mereda walau masih menyisakan sekitar 40 persen titik api yang menghasilkan kepulan asap tebal di sekitar lokasi.
"Kalau kendala kebakaran TPA itu seperti terdahulu yang pertama 2023 atau 2024 awal, adalah lapisan paling bawah," jelasnya.
Kendala utama penanganan musibah ini disebabkan oleh keberadaan api yang bertahan di dalam kedalaman tumpukan sampah hingga berpuluh-puluh meter. Untuk mengatasi hal tersebut, BPBD akan berkoordinasi dengan Damkar untuk mencoba penerapan sistem injeksi air menggunakan saluran pipa paralon hingga kedalaman 20 meter.
"Nanti kita evaluasi perkembangannya," jelas Endro saat ditanya mengenai peluang pengusulan status tanggap darurat kebakaran di Kota Semarang.
Pihaknya menegaskan bahwa evaluasi dilakukan dengan melihat besarnya dampak kerugian material serta potensi ancaman terhadap keselamatan jiwa warga masyarakat. Selain itu, penetapan status tanggap darurat menjadi syarat utama apabila nantinya dibutuhkan bantuan pemadaman udara menggunakan metode water bombing.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
15 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
15 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
8 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
8 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
11 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





